Presiden Joko Widodo mendapat nilai rapor 76 di satu tahun pemerintahan jilid II. MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo mendapat nilai rapor 76 di satu tahun pemerintahan jilid II. MI/Ramdani

Riset: Rapor Jokowi di Satu Tahun Pemerintahan Jilid II Bernilai 76

Nasional presiden jokowi
Antara • 21 Oktober 2020 11:05
Jakarta: Riset Indonesia Indicator menunjukkan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memasuki tahun pertama tak pernah lepas dari sorotan media massa. Baik media nasional, lokal, maupun internasional.
 
Indonesia Indicator menyebut perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak kecerdasan buatan atau arficial intelligence (AI) mencatat rapor kinerja Jokowi di media massa pada tahun pertama periode II mencapai 76 dengan catatan. Nada pemberitaan cenderung positif.
 
"Framing media pada pemberitaan Jokowi didominasi oleh sentimen netral yang lebih tinggi, yakni 40 persen. Disusul tone positif 36 persen dan negatif sekitar 24 persen," kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang dikutip dari Antara, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepanjang 20 Oktober 2019 hingga 30 September 2020, Indonesia Indicator (I2) mencatat, kinerja Jokowi diliput 2.209 media online lokal dan nasional di Indonesia dalam 690.317 berita. Sebanyak 43 persen pemberitaan di media online diisi masalah penanganan virus covid-19 oleh Jokowi.
 
Pandemi menjadi salah satu alasan framing netral oleh media. Dalam arti, media mengambil kebijakan wait and see atau tunggu dan lihat. Dia menyebut media sangat berhati-hati karena pandemi masalah sensitif yang bersifat saintifik.
 
"Karena dampaknya sangat luas," kata Rustika.
 
Baca: 9 Proyek Jalan Tol Rampung dalam 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf
 
Perhatian Jokowi pada isu-isu terkait perekonomian di tahun pertama periode II pemerintahan juga menjadi atensi terbesar media massa. Isu ekonomi dibahas sebanyak 47 persen dari total pemberitaan tentang Jokowi.
 
Hal itu, kata Rustika, tak terlepas dari pandemi covid-19 yang menjadi persoalan nasional dan global. Pandemi menyebabkan pertumbuhan ekonomi kuartal II dan III 2020 minus.
 
Pemberitaan media massa terkait Jokowi disusul oleh isu politik dan keamanan (Polkam) sebanyak 23 persen, isu sosial 22 persen, dan isu hukum 8 persen.
 
Rustika menyebut publik tidak hanya mengidamkan kepuasan atas kinerja pemerintah dalam bentuk fisik. Pembangunan citra pemimpin melalui media dapat mempengaruhi pendapat hingga kepuasan publik.
 
"Persepsi dapat membangun afeksi, dukungan emosional, atau sebaliknya dapat memunculkan penolakan, ketidakpuasan dan perlawanan," kata Rustika.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif