Menteri Sekretaris Negara, Pratikno/MI/Panca Syurkani
Menteri Sekretaris Negara, Pratikno/MI/Panca Syurkani

Penjelasan Istana Soal Perubahan Halaman UU Cipta Kerja

Nasional Omnibus Law UU Cipta Kerja
Nur Azizah • 22 Oktober 2020 19:28
Jakarta: Menteri Sekretaris Negara Pratikno merespons perubahan halaman dalam Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Pratikno menyebut halaman yang bertambah dari 812 menjadi 1.187 disebabkan beberapa hal. Antara lain perbedaan margin atau tepi batas halaman, dan perbaikan font tulisan.
 
"Namun, substansi UU Cipta Kerja dalam format yang disiapkan Kemensetneg (1.187 halaman) sama dengan naskah UU Cipta Kerja (812 halaman) yang disampaikan oleh DPR kepada Presiden Joko Widodo," kata Pratikno dalam pesan tertulis, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Pratikno mengatakan setiap naskah selalu disunting sebelum dikirim ke presiden. Ia mengaku proses perbaikan sudah diketahui DPR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:DPR Pastikan Tak Ada Perubahan Substansi dari UU Cipta Kerja
 
Menurut dia, naskah tak bisa diedit jika legislatif tak menyetujui hal tersebut. Persetujuan dibuktikan dengan paraf ketua Badan Legislatif DPR.
 
Pratikno mengatakan pengubahan jumlah halaman sesuai standar baku Istana Kepresidenan. Dia meminta seluruh pihak tak menjadikan hal ini polemik.
 
Menilai naskah dokumentasi, kata dia, tak bisa didasarkan pada jumlah halaman. Sebab hal tersebut sangat bergantung pada ukuran kertas dan format penulisan, bukan substansi dokumen.
 
"Bisa misleading. Sebab, naskah yang sama, yang diformat pada ukuran kertas yang berbeda, dengan margin yang berbeda dan font yang berbeda akan menghasilkan jumlah halaman yang berbeda," kata dia.
 
Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar, menyerahkan draf final omnibus law ke Kemensetneg pada Rabu, 14 Oktober 2020. Dokumen setebal 812 halaman itu disunting ulang dan disesuaikan dengan standar Istana Kepresidenan, sehingga menjadi 1.187 halaman.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif