Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Muqowam Merasa Dijegal Maju Pemilihan Ketum PPP

Nasional ppp sengketa ppp
Anggi Tondi Martaon • 27 Oktober 2020 14:54
Jakarta: Politikus senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Muqowam merasa niatnya untuk maju sebagai calon ketua umum (caketum) PPP dihambat. Sebab, dirinya tidak diberi ruang menjalankan fungsinya sebagai Anggota Majelis Tinggi atau Majelis A'la PPP.
 
"Saya sebagai anggota Majelis A'la tidak diberi ruang sama sekali," kata Muqowam kepada Medcom.id, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Mantan Wakil Ketua DPD itu menyebut salah satu alasan dia merasa dijegal karena tidak diberi ruang untuk melakukan fungsinya sebagai Anggota Majelis A'la. Hal itu ditandai dengan tidak adanya laporan dari pengurus DPP kepada Majelis A'la terkait pengelolaan partai, termasuk informasi penyelenggaraan Mukhtar IX PPP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, alasan tidak berfungsinya Majelis A'la karena tergantung dari Ketua majelis. Posisi ketua majelis tinggi DPP PPP dipegang oleh Suharso Monoarfa yang saat ini mengemban tugas sebagai Plt Ketua Umum (Ketum) PPP.
 
"Yang telah mendeklarasikan sebagai calon ketua umum DPP PPP," kata dia.
 
Baca: Khofifah dan Gus Ipul Dianggap Masih Keluarga PPP
 
Dia menduga Muktamar IX PPP ini hanya sebagai upaya mempertegas posisi Suharso sebagai orang nomor satu di partai berlambang Ka'bah tersebut. "Bukan untuk menyelamatkan PPP dalam Pemilu 2024 yang akan datang," kata Muqowam.
 
Muqowam mengaku tidak akan mundur. Dia akan menunggu waktu yang tepat dan melihat situasi sebelum mendeklarasikan diri sebagai caketum PPP.
 
"Lihat perkembangan saja apakah nanti negatif untuk saya atau tidak," ujar dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif