Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti Pemberitaan Hoax menggelar aksi dalam car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. (Foto: MI/Agus Mulyawan)
Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti Pemberitaan Hoax menggelar aksi dalam car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. (Foto: MI/Agus Mulyawan)

Daya Kritis Masyarakat Disebut Masih Rendah

Nasional partai politik pemilu serentak 2019
09 November 2018 11:49
Jakarta: Sosiolog Daisy Indira Yasmin menyebut daya kritis masyarakat terhadap sesuatu masih rendah. Imbasnya, masyarakat cenderung mudah percaya dan kerap mengedepankan emosi saat memperdebatkan hal-hal yang berkaitan dengan politik.
 
"Post-truth menjadi tidak terhindarkan karena masyarakat kurang dibekali kemampuan mengkritisi sehingga informasi yang disebarkan mudah dipercaya apalagi kalau informasi itu menjurus pada hal-hal sakral atau berkaitan dengan agama," ujarnya dalam Prime Talk Metro TV, Kamis, 9 November 2018.
 
Daisy menyadari betul isu yang dimainkan elite politik saat ini lebih banyak menjurus pada hal-hal primordial dan menyentil sentimen agama. Parahnya, hal itu justru dijadikan sebagai komoditas politik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


'Budaya' baru semacam ini, kata dia, sangat disayangkan. Terlebih institusi politik seharusnya memberi edukasi kepada masyarakat bagaimana agar politik dijalankan sesuai dengan etika.
 
"Saya sepakat bahwa politik itu cenderung rentan kebohongan. Alih-alih beretika, demi politik justru menurunkan derajat masyarakat dan sebagainya," kata dia.
 
Daisy menambahkan jika hal itu terus dibiarkan bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik akan terus menurun. Bahkan kepercayaan kepada pemerintah juga akan melemahkan demokrasi yang sudah terbangun.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif