Presiden Joko Widodo dan deretan staf khusus milenial di Istana Kepresidenan, Jakarta. ANT/Wahyu Putro.
Presiden Joko Widodo dan deretan staf khusus milenial di Istana Kepresidenan, Jakarta. ANT/Wahyu Putro.

Stafsus Presiden Jangan Jadi Pajangan

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Ilham Pratama Putra • 25 November 2019 16:21
Jakarta: Tujuh milenial masuk dalam daftar staf khusus (stafsus) Presiden Jokowi. Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera berharap stafsus milenial ini tak hanya jadi pajangan.
 
"Orang-orang bagus jadi aksesoris, kan sayang. Padahal dia bisa lebih dari itu," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin 25 November 2019.
 
Untuk menagih kinerja kinerja para stafsus, Mardani minta penjelasan tentang tugas pokok dan fungsi mereka. Jangan sampai keberadaan mereka hanya bersifat akomodatif, atau malah tumpang tindih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena Pak Presiden sudah punya kantor staf presiden, mitranya Komisi II. Kecuali Pak Presiden memberi penjelasan tentang stafsus ini. Saya lebih ke tupoksi," jelas dia.
 
Sembari menunggu penjelasan, Mardani akan menunggu kerja-kerja stafsus. Dia akan menghitung 100 hari ke depan.
 
"Mereka kerjanya bagus atau tidak. Kalau tidak bagus berarti oligarki. Dipilih bukan karena kapasitas, tapi karena kedekatan. Padahal kita sedang memberantas Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) gitu," kata dia.
 
Presiden Jokowi menunjuk tujuh staf khusus dari kalangan milenial. Mereka yakni Putri Indahsari Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Andi Taufan Garuda Putra, dan Aminudin Ma'ruf.
 
Tujuh staf khusus milenial tak memiliki bidang tugas khusus. Mereka bekerja sama dalam membuat program dan menyelesaikan masalah.
 

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif