NEWSTICKER
Presiden Joko Widodo/MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo/MI/Ramdani

Presiden Akan Paksa ASN Pindah ke Ibu Kota Baru

Nasional Ibu Kota Baru
Desi Angriani • 24 Januari 2020 23:47
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengaku akan memaksa pegawai pemerintahan di kementerian/lembaga pindah ke ibu kota baru. Pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) pusat ini demi mencapai pemerataan penduduk.
 
"Tapi saya juga engga tahu apakah nanti pindah pada mau. Kalau saya sih, saya paksa," kata Jokowi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020.
 
Jokowi menuturkan, pemindahan ibu kota dilatarbelakangi oleh membludaknya penduduk Jakarta. Sebanyak 58 persen masyarakat Indonesia berpusat di Pulau Jawa, sehingga bebannya terlalu berat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena magnetnya ada di sini, di Jakarta. Nah magnetnya digeser ke ibu kota yang baru," imbuh dia.
 
Karena itu, Presiden ingin mempercepat pemindahan ibu kota demi mempercepat pemerataan ekonomi. Di sisi lain, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara yang akan menjadi lokasi ibu kota baru minim risiko terhadap banjir dan bencana alam lainnya.
 
"Enggak ada banjir, enggak ada macet," pungkas dia.
 
Luas lahan pembangunan ibu kota baru mencapai 256 ribu hektare dengan total wilayah keseluruhan 410 ribu hektare. Di dalamnya terdapat pusat pemerintahan seluas 56 ribu hektare dan area terbatas seluas 5.600 hektare.
 
Area ini akan dipimpin manajer kota. Sementara ibu kota baru yang merupakan hasil pemekaran Provinsi Kalimantan Timur diatur Kepala Badan Otorita.
 
Bappenas mencatat total biaya pembangunan ibu kota baru membutuhkan dana Rp466 triliun. Porsi APBN mencapai Rp89,4 triliun atau sebesar 19,2 persen.
 
Sisanya, mengandalkan KPBU Rp253,4 triliun atau 54,5 persen, serta swasta termasuk BUMN Rp123,2 triliun atau 26,4 persen.
 

 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif