Ilustrasi PSBB. Medcom.id
Ilustrasi PSBB. Medcom.id

Pelonggaran PSBB Menambah Beban Tenaga Medis

Nasional Virus Korona PSBB
Theofilus Ifan Sucipto • 19 Mei 2020 08:04
Jakarta: Wacana pemerintah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dikritisi. Rencana tersebut dikhawatirkan menimbulkan klaster virus korona (covid-19) baru.
 
“Keputusan untuk melonggarkan tanpa tes korona yang cukup sama saja menambah beban medis lokal maupun pusat,” kata anggota Koalisi Masyarakat Sipil, Khalisah Khalid, di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.
 
Khalisah menyebut kapasitas pengetesan virus korona belum maksimal. Dia mengingatkan pernyataan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hamma Riza, yang menyebut Indonesia baru bisa mengetes 300 orang per satu juta populasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut, kata Khalisah, harus menjadi fokus pemerintah menambah fasilitas kesehatan. Kurangnya fasilitas tes korona membuat Indonesia tak tahu sudah melewati puncak kurva atau belum.
 
“Kami mendesak pemerintah tetap melakukan tes masif dan pelacakan sembari meningkatkan dukungan sosial ekonomi,” ujar dia.
 
(Baca: Pelonggaran PSBB Harus Ditinjau Ulang)
 
Dia meminta pelonggaran PSBB dikaji mendalam. Sebab, waktu pelaksanaan PSBB tiap daerah berbeda-beda.
 
“Patut diperhatikan juga bahwa tingkat kedisiplinan tingkat pelaksanaan PSBB tiap daerah berbeda,” kata dia.
 
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan rencana pelonggaran PSBB masih dikaji. Pemerintah tak mau sembarangan mengambil keputusan yang dapat berimplikasi pada pengendalian covid-19.
 
"Difokuskan upaya kita untuk mengurangi PSBB dalam rangka meningkatkan atau memulihkan produktivitas," kata dia.
 
Muhadjir memastikan kajian melibatkan banyak pihak.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif