Status Tersangka Taufik tak Ganggu Kinerja DPR

Farhan Dwitama 30 Oktober 2018 22:46 WIB
kasus korupsi
Status Tersangka Taufik tak Ganggu Kinerja DPR
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo. MI/Susanto
Tangerang: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengaku kaget dan prihatin atas penetapan tersangka Taufik Kurniawan. Namun, kinerja DPR RI tak akan terganggu walau Wakil Ketua DPR itu dibidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ini enggak akan ganggu fungsi pimpinan DPR. Karena kami kan berenam," kata Bambang  di VIP Lounge Crisis Center Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa, 30 Oktober 2018.

Bambanga berharap rekannya itu tabah dan sabar. Taufik juga diminta menjalani proses hukum secara taat.


Dia mengaku belum berbicara langsung soal kasus korupsi Dana Alokasi Khusus Kabupaten Kebumen yang menjerat Taufik. "Belum ada komunikasi, saya baru tiba di Jakarta," ucapnya.

Baca: Taufik Kurniawan Tersangka

Bambang enggan mencampuri lebih jauh soal kasus ini. Dia juga tak mau bicara banyak soal kemungkina pergantian unsur pimpinan di Senayan.

"Itu kewenangan fraksi masing-masing, jadi itu kewenangan dari fraksi PAN. Tapi yang pasti, kita hanya menerima,” ucapnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka. Taufik diduga menerima suap terkait pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBNP 2016. 

"KPK menetapkan TK, wakil ketua DPR periode 2014-2019 sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konfrensi pers di Gedung KPK, Selasa, 30 Oktober 2018. 

(Baca juga: PAN Minta KPK Transparan Proses Hukum Taufik)

Basaria mengungkapkan Taufik diduga menerima duit dari eks Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad. Ini lantaran politikus PAN itu membantu menambah DAK Kabupaten Kebumen untuk fisik sejumlah Rp100 miliar di APBNP 2016. 

"Fee untuk pengurusan anggaran lima persen. TK diduga menerima Rp3,6 miliar," imbuh Basaria. 

Basaria menambahkan penetapan tersangka pada Taufik merupakan pengembangan perkara dari kasus Yahya Fuad. Pada kasus itu, KPK sudah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. 

Akibat perbuatannya Taufik dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id