(Ilustrasi) Badan Legislasi DPR membahas rancangan undang-undang. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon
(Ilustrasi) Badan Legislasi DPR membahas rancangan undang-undang. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon

Rancangan Pidana di UU Lain Tak Akan Terhambat Revisi KUHP

Nasional Partai NasDem undang-undang DPR RI RUU PKS
Anggi Tondi Martaon • 24 November 2020 13:58
Jakarta: Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tidak masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021. Hal tersebut tidak akan menghambat pembahasan rancangan aturan lain yang bakal mengadopsi ketentuan pidana.
 
"Tidak akan menghambat pembahasan," kata Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem di Badan Legislasi (Baleg) DPR, Taufik Basari, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 24 November 2020.
 
Anggota Komisi III DPR itu mengungkapkan ketentuan pidana mengacu kepada rancangan regulasi yang akan disahkan terlebih dahulu. Sehingga, pembahasan tidak harus menunggu pembahasan KUHP disahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satunya, Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Jika aturan yang diusulkan oleh Fraksi NasDem itu disetujui terlebih dahulu, maka ketentuan pidana yang ada di KUHP akan disesuaikan dengan RUU PKS.
 
"Tinggal mana yang lebih dahulu disinkronkan dan harmonisasi terhadap yang kemudian menjadi UU," ungkap dia.
 
Baca: Pemerintah Kembali Ajukan RUU PKS ke Prolegnas 2021
 
Namun, semangat fungsi pemulihan dari Revisi UU KUHP harus diterapkan dalam pembahasan rancangan aturan lain. DPR berupaya agar hukuman pidana tak melulu berujung penjara.
 
"Jadi konsep penegakan hukum yang modern tidak lagi sekedar memenjarakan orang. Tidak harus seperti itu," ujar dia.
 
Sebelumnya, pemerintah tidak memasukkan Revisi UU KUHP dalam Prolegnas Prioritas 2021. Eksekutif justru memasukan tiga RUU baru, yakni Revisi UU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Perdata (KUHAP), RUU Wabah, dan RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif