Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Moch Asim
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Moch Asim

Penanganan Covid -19 Diduga Jadi Ajang Balas Budi Politik

Nasional Virus Korona Kartu Prakerja
Sri Yanti Nainggolan • 17 Mei 2020 19:08
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) melihat penanganan pandemi covid-19 dijadikan ajang balas budi politik. Hal ini sangat kentara dalam pemerintahan Joko Widodo.
 
"Proyek Kartu Prakerja salah satu satunya, makanya proyek ini host-nya dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian," ujar Koordinator ICW Adnan Topan Husodo dalam webinar KOPEL Indonesia, Minggu, 17 Mei 2020.
 
Padahal, Kementerian Ketenagakerjaan adalah institusi yang lebih tepat mengurusnya secara teknis. Proyek ini, kata dia, sudah banyak kritik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita mengendus praktek rancu yang membuat gagal mencapai sasaran karena keuntungan segelintir orang yang menjadikan konsep ini untuk mendapat dana segar," papar Adnan.
 
Baca: Program Kartu Prakerja Bukan Program Dadakan
 
Pendaftaran Kartu Prakerja telah memasuki gelombang ketiga. Program ini akan membuka sebanyak 30 gelombang dan berlangsung hingga akhir November 2020.
 
Total anggaran untuk program Kartu Prakerja mencapai Rp20 triliun untuk 5,6 juta orang peserta. Untuk gelombang pertama sebanyak 168.111 peserta dinyatakan lolos.
 
Sedangkan pada gelombang kedua sejumlah 288.154 peserta lolos. Masing-masing peserta telah menerima saldo untuk mengikuti program ini senilai Rp3,55 juta.
 
Baca: Program Kartu Prakerja Bukan Program Dadakan
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif