Ilustrasi pemilihan umum. Medcom.id
Ilustrasi pemilihan umum. Medcom.id

Masyarakat Dinilai Tak ingin Pemilu 2024 Ditunda

Achmad Zulfikar Fazli • 21 Maret 2022 15:28
Jakarta: Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menolak usulan penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan jabatan presiden tiga periode. Usulan itu tidak sesuai keinginan masyarakat.
 
"Bukan representatif dari keinginan masyarakat Indonesia," kata Koordinator Pusat Aliansi BEM Nusantara, Dimas Prayoga, dalam keterangan tertulis, Senin, 21 Maret 2022.
 
Dimas menjelaskan pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. Hal tersebut termaktub dalam Pasal 22E Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dimas meminta para elite politik tak menggocek masyarakat. Terlebih sampai mengamendemen UUD 1945 untuk menambah masa jabatan presiden.
 
"Fokus saja membenahi kondisi yang ada hari ini, seperti kelangkaan minyak goreng yang masih dirasakan oleh masyarakat," tutur dia.
 
Baca: Mengubah UUD 1945 Harus Didasari Alasan Kuat
 
Sementara itu, Sekretaris Pusat BEM Nusantara, Ridho Alamsyah, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berulang kali menegaskan tak ingin masa jabatan kepala negara diubah menjadi tiga periode. Apalagi sampai maju dalam Pemilu 2024.
 
"Yang harus kita pikirkan bersama hari ini adalah bagaimana Indonesia bisa tebebas dari keterpurukan ekonomi dan inflasi. Jadi jangan ada yang ribut-ribut lagi soal presiden tiga periode," ujar Ridho.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif