Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto. Medcom.id
Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto. Medcom.id

Airlangga Hartarto Diprediksi jadi Capres dari Koalisi Indonesia Bersatu

Al Abrar • 28 Juni 2022 18:49
Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto diprediksi akan menjadi calon presiden (capres) dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Pilpres 2024. Pengusungan Airlangga menjadi capres sudah didegungkan jauh-jauh hari oleh Partai Golkar.
 
"Kalau capres-cawapres internal terus didengungkan, maka saya melihat dari kalkulasi politik dan matematis, kan hanya Golkar yang secara resmi dalam Munas dan Rapimnas Golkar di tahun-tahun lalu, yang sudah resmi mengusung Airlangga sebagai capres," kata Ujang, Selasa, 28 Juni 2022. 
 
Menurut Ujang, pengusungan Airlangga secara matematis dan kalkulasi juga lebih tepat, sebab kekuatan Golkar lebih banyak dibandingkan dengan PAN dan PPP di KIB. Hal itu dilihat dari jumlah kursi perolehan di DPR. Golkar  menjadi nomor dua kekuatan parlemen di DPR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau tidak salah 85 kursi Golkar, 44 kursi PAN, dan 19 kursi PPP. Artinya kalau dari internal ingin dicapreskan ya tentu Airlangga dalan konteks kalkulasi politik dan matematik," kata Ujang.
 
Baca: Skenario Presidensi G20 Indonesia Dukung Pemulihan Ekonomi Global
 
Selain Airlangga, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga punya kesempatan diusung menjadi Cawapres dari KIB. Zulhas dinilai lebih punya kekuatan politik dibandingkan rekannya Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.
 
"Kelihatannya ke Zulhas, secara bergening politik lebih baik dibandingkan PPP hanya 19 kursi dibandingkan PAN 44 kursi," kata Ujang.
 
"Jadi kalau internal capres Airlangga dan cawapresnya Zulhas. Itu yang kelihatannya akan mereka godok," sambungnya.
 
Ujang juga menyoroti soal kemungkinan KIB melakukan 'transfer' tokoh untuk diusung KIB. Namun, peluang itu dinilai akan merugikan KIB. Sebab ia melihat bahwa soliditas KIB dan tokoh dari internal itu sangat bagus dan luar biasa. 
 
"Kenapa, karena di situ ada muruah partai yang terjaga. Suka-tidak suka, senang-tidak senang ya mereka harus berjuang mati-matian agar capres dari internal. Buat apa mereka berkarierbdi parpol lalu berkoalisi dan tau-tau capres-cawapres dari ekternal, kan lucu," jelasnya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif