PPP Mengaku Dirayu Gerindra

Whisnu Mardiansyah 20 April 2018 15:08 WIB
pilpres 2019
PPP Mengaku Dirayu Gerindra
Sekjen PPP Arsul Sani--Antara/Reno Esnir
Jakarta: Pada pertemuan antara Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan PPP, Romahurmuziy, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, tadi malam, ada ajakan agar PPP bergabung dengan poros Prabowo Subianto. Namun, PPP tak menanggapi serius ajakan itu. 

"Opsi (bergabung ke Gerindra) itu becandaan saja. Artinya, opsi sambil ketawa," kata Sekjen PPP Arsul Sani di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 20 April 2018.

Dalam pertemuan itu, Romi (sapaan Romahurmuziy) dan Sandi membahas tiga skenario menghadapi Pilpres di 2019. Opsi pertama head to head antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. 


Opsi kedua, Joko Widodo melawan sosok sipil atau militer yang dipilih Prabowo. Dan opsi ketiga menduetkan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. 

"Ada pembicaraan bagaimana kalau opsinya yang pertama kemudian PPP berubah arah dukungan, tentu ada becandaan seperti itu," jelas Arsul. 

Baca: Sandi dan Rommy Bahas Potensi Duet Jokowi-Prabowo
 
Menanggapi tawaran tersebut, PPP tak menganggap serius. Arsul menegaskan komitmen partainya tetap mendukung poros Presiden Joko Widodo. 

"PPP sampai saat ini tetap mengacu pada forum permusyawaratan pekan lalu dan pada Munas Alim Ulama, yakni kembali mendukung Jokowi di Pilpres 2019," tegas Arsul. 

Tawaran pindah haluan, kata dia, bukan hanya dari Gerindra. Ada parpol-parpol lain yang terus menjalin komunikasi untuk membentuk poros baru di luar sosok Jokowi dan Prabowo Subianto. 

"Sekarang ini memang musim shopping periode. Musim belanja yang menawarkan termasuk kepada PPP tidak hanya Gerindra, juga ada pihak-pihak lain yang mencoba membangun komunikasi termasuk untuk menghidupkan poros ketiga," pungkasnya.




(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id