Uji Materi Masa Jabatan Wapres ke MK Sia-sia
Pakar hukum tata negara Asep Iwan Iriawan (kanan). (Foto: MI/Ramdani).
Jakarta: Pakar Hukum Tata Negara Asep Iwan Iriawan menilai pengajuan uji materi tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden ke Mahkamah Konstitusi sia-sia.

Dalam Pasal 169 huruf n dan Pasal 227 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum jelas menyatakan bahwa masa jabatan presiden dan wakil presiden hanya boleh 2 periode baik secara berturut-turut atau tidak.

"Itu artinya UU telah mengatur turunannya. Jabatan presiden dan wakil presiden tidak bisa lebih dari dua kali masa jabatan, tidak perlu ditafsirkan lagi. Dengan segala hormat mohon maaf (pengajuan uji materi) ini sia-sia," kata Asep, dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 8 Mei 2018.


Asep mengatakan Mahkamah Konstitusi pernah menguji materi pasal serupa dan dalam putusannya yang bernomor 22 Tahun 2009, MK tegas menyatakan bahwa jabatan pimpinan negara tidak boleh lebih dari dua periode. 

Menurut Asep aturan pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden sudah sesuai. Kalau sekarang hanya diuji karena ingin memasukan seseorang dalam jabatan yang sama lebih dari dua kali publik akan bertanya.

"Saya kira dalam TAP MPR Nomor 13 juga jelas, seorang pimpinan negara hanya boleh dua kali menjabat itu rasional. Menafsirkan hanya karena kepentingan jabatan seseorang itu (usaha) sia-sia," jelas dia. 





(MEL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360