Sekjen PPP Arsul Sani. (Foto: Medcom.id/Arga Sumantri)
Sekjen PPP Arsul Sani. (Foto: Medcom.id/Arga Sumantri)

PPP Timbang Usulan 10 Kursi Pimpinan MPR

Nasional mpr
Kautsar Widya Prabowo • 16 Agustus 2019 15:15
Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mempertimbangkan usulan penambahan 10 kursi pimpinan MPR. Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan akan meminta penjelasan Partai Amanat Nasional selaku pemberi usul.
 
"Kita tidak ingin gagah-gagahan tetap lima atau harus diubah. Kita ingin mendengar alasan terutama dari yang usul. Saya baru ketemu Yandri (Ketua DPP PAN Yandri Susanto), dia bilang oke lah nanti saya jelaskan," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Tak hanya dengan PAN, Arsul menyebut pihaknya juga akan mengajak partai politik lain untuk mendiskusikan usulan tersebut. Pro kontra penambahan kursi pimpinan MPR menjadi salah satu bahan pembicaraan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di satu sisi ada kebutuhan untuk kebersamaan, tapi di satu sisi lain ada kritik dari masyarakat. Ini kok semuanya di MPR, seolah ini akan boroskan anggaran negara," tuturnya.
 
Penambahan 10 kursi pimpinan MPR, imbuh Arsul, juga dia bicarakan saat bertandang ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurutnya Prabowo layak diajak bicara lantaran menjadi salah satu parpol dengan perolehan suara tinggi pada pemilu.
 
Baca juga:Peta Politik Amendemen UUD 1945
 
"Tidak bisa dipungkiri usul PAN agar semua fraksi ada tempat bersama di MPR, itu kita bahas. Tentu Gerindra juga diajak, kan pemilik kursi terbanyak ketiga," jelasnya.
 
Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay sebelumnya memunculkan wacana pimpinan MPR ditambah menjadi 10 kursi. Unsurnya terdiri dari sembilan fraksi dan satu kelompok DPD. Usulan ini disebut bisa mengakomodasi seluruh partai politik dan mereduksi polemik perebutan kursi pimpinan MPR.
 
"Ini adalah politik akomodatif. Sama seperti periode 2014-2019, semua partai di DPR legawa untuk mengadakan tambahan pimpinan di MPR dan DPR," kata Saleh kepada wartawan, Senin, 12 Agustus 2019.
 
Saat ini, aturan komposisi pimpinan MPR sejatinya mengacu Pasal 427C Undang-Undang MD3 Nomor 2 Tahun 2018. Formasi Pimpinan MPR hasil Pemilu 2019 terdiri dari satu ketua dan empat wakil.
 
Pemilihan pimpinan MPR melalui sistem paket yang terdiri atas unsur fraksi dan kelompok DPD. Bila wacana penambahan kursi pimpinan MPR ini diberlakukan, seluruh partai yang lolos ke Parlemen di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bakal mengisi pos pimpinan MPR.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif