Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (tengah), Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Mabes Polri Brigjen Mas Guntur Laupe (kiri). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (tengah), Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Mabes Polri Brigjen Mas Guntur Laupe (kiri). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Pemerintah Didorong Tuntaskan Penyidikan Kasus HAM Masa Lalu

Nasional pelanggaran ham
Fachri Audhia Hafiez • 10 Desember 2018 16:06
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merekomendasikan sejumlah hal untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Salah satunya mendorong upaya penyidikan terhadap sejumlah kasus.

"Pertama terkait dengan pelanggaran HAM berat masa lalu, meminta Bapak Presiden (Joko Widodo) untuk memerintahkan Jaksa Agung (M Prasetyo) agar segera melakukan penyidikan," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam acara Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional 2018 di Royal Kuningan Hotel, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin, 10 Desember 2018.

Menurut dia, ada 10 berkas kasus yang bisa dilanjutkan penyidikannya. Namun, dia tak memerinci kesepuluh kasus tersebut. Taufan hanya meminta agar pemerintah membuat sebuah dasar hukum yang kuat untuk menuntaskan kasus HAM berat yang belum terselesaikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Dimungkinkan suatu mekanisme di luar persidangan, yaitu mekanisme nonyudisial dan itu tergantung pada suatu putusan politik dari Bapak Jokowi. Terserah mau bikin apa, perppu (peraturan pemerintah pengganti UU) misalkan, tapi yang jelas harus ada dasar hukumnya," ujar Taufan. Baca: Komnas HAM Yakin Tuntaskan 10 Pelanggaran HAM Berat

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri Brigjen Mas Guntur Laupe mengatakan selama ini Polri banyak menerima sejumlah aduan terkait pelanggaran HAM. Polri juga telah melimpahkan laporan pada Komnas HAM.

Guntur menyebut penyelesaian kasus pelanggaran HAM tidak mudah. Pengungkapan kasus belum tentu bisa dilakukan cepat.

"Jadi, perkara ringan bisa lama diselesaikan, ada perkara berat bisa diselesaikan dengan cepat dan tuntas. Bergantung kesaksian barang bukti dan sebagainya," ujar Guntur.




(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi