Kiai Ma'ruf: Seruan Moral tak Cukup Hentikan Hoaks

Dheri Agriesta 06 Oktober 2018 15:38 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`ruf
Kiai Ma'ruf: Seruan Moral tak Cukup Hentikan Hoaks
Calon wakil presiden Ma`ruf Amin. Foto: MI/Ramdani
Jakarta: Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai seruan moral tak cukup menghentikan penyebaran hoaks. Ma'ruf menilai penegakan hukum yang tegas harus dilakukan untuk memberikan efek jera.
 
Ma'ruf mengatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa haram menyebarkan hoaks. Namun, seruan itu tak cukup menekan penyebaran hoaks.
 
"Ternyata seruan secara moral itu tidak cukup. Karena itu perlu ada langkah-langkah menjeratkan," kata Ma'ruf melalui keterangan tertulis yang diterima, Sabtu, 6 Oktober 2018.
 
Tindakan hukum tegas seperti penjara dinilai perlu untuk membuat penyebar hoaks jera. Sebab, penyebaran hoaks bisa mengganggu stabilitas negara menjelang Pilpres 2019.
 
Mantan Ketua MUI ini menilai penyebar hoaks seenaknya membuat gaduh. Ia meminta aparat keamanan menindak para pembuat gaduh ini.
 
"Kalau tidak ditindak, nanti semakin merajalela. Orang tidak takut. Kalau ada tindakan (tegas) biasanya bisa jera. Jadi tidak cukup diimbau secara moral," jelas Ma'ruf.

Baca: Penyebar Hoaks Ratna Sarumpaet Terancam 10 Tahun Penjara

Calon wapres nomor urut 01 ini berharap masyarakat lebih cerdas menanggapi sejumlah isu yang berpotensi memecah belah bangsa. Ia berharap, pemilu tak memecah belah kesatuan bangsa.
 
"Keutuhan bangsa lebih baik diutamakan. Pilpres dan pileg itu kan hanya lima tahun. Tapi keutuhan bangsa itu harus kita jaga sepanjang masa," pungkas Kiai Maruf.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id