Wapres Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
Wapres Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Kalla Minta Gubernur Siapkan Lahan Perumahan

Nasional perumahan sejuta rumah program sejuta rumah
Achmad Zulfikar Fazli • 22 Januari 2019 18:17
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para gubernur aktif menyiapkan lahan kosong. Dengan begitu, pemerintah pusat leluasa membangunkan perumahan yang memadai untuk masyarakat.
 
"Sekarang kita minta gubernur menyiapkan lahan supaya pemerintah bisa memberikan solusinya," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Menurut dia, kota-kota besar saat ini terlihat kumuh karena kurangnya perumahan yang baik. Pemerintah pun ingin mengatasi kekumuhan dengan membangunkan rumah untuk masyarakat menengah ke bawah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengakui pembangunan rumah membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, bila gubernur bisa menyediakan lahannya, pembangunan akan lebih mudah.
 
"Jadi butuh waktu. Kita tanggung jawab gubernur secara bersama-sama, selama gubernur bisa menyiapkan lahan pasti cepat," kata Kalla.
 
Pemerintah telah mencanangkan program sejuta rumah pada 2018. Program itu pun diklaim telah melampaui target hingga mencapai 1.132.621 unit per 31 Desember 2018.
 
Program ini kolaborasi antara pemangku kepentingan di bidang perumahan. Kegiatan diikuti pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi pengembang perumahan seperti REI dan Apersi, perbankan, perusahaan swasta melalui corporate social responsibility (CSR), dan masyarakat.
 
Program ini diharapkan dapat memperkecil backlog hunian di Indonesia yang mencapai 7,6 juta unit pada 2015menjadi 5,4 juta unit pada 2019. Sementara itu, capaian 1.132.621 unit terbagi 69 persen atau 785.641 unit rumah MBR dan 31 persen atau 346.980 unit rumah non-MBR.
 
Untuk kategori rumah MBR, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan membangun sebanyak 217,064 unit rumah. Angka ini terdiri dari rumah susun (rusun) sebanyak 11,655 unit, rumah khusus 4,525 unit, rumah swadaya sejumlah 200.884 unit.
 
Baca: Bung Hatta & Hari Perumahan Nasional
 
Kontribusi pemerintah daerah (pemda) tercatat 111.821 unit rumah MBR terdiri dari pembangunan rusun sebanyak 9.430 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Pembangunan Baru (BSPS PB) sebanyak 6.937 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Peningkatan Kualitas (BSPS PK) sebanyak 95.454 unit.
 
Rumah MBR yang dibangun pengembang sebanyak 447.364 unit, CSR 458 unit, dan masyarakat sebanyak 8.934 unit. Untuk rumah non-MBR sebanyak 290.656 unit dibangun oleh pengembang dan 56.324 unit dibangun masyarakat.
 
Pada 2019, Ditjen Penyediaan Perumahan menargetkan pembangunan rusun sebanyak 6.873 unit, rumah swadaya 206.500 unit, dan rumah khusus 2.130 unit. selain itu, mereka menargetkan bantuan prasarana sarana umum bagi 13 ribu unit seperti jalan lingkungan, tempat pengolahan sampah, dan jaringan air minum.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi