Ketua MPR Bambang Soesatyo. MI/Susanto
Ketua MPR Bambang Soesatyo. MI/Susanto

MPR: Benny Wenda Sangat Mengganggu

Nasional MPR papua kasus makar ULMWP
Nur Azizah • 03 Desember 2020 14:16
Jakarta: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut Benny Wenda sangat mengganggu. Benny mendeklarasikan diri sebagai presiden United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).
 
"Pernyataan yang disampaikan Benny Wenda yang mengeklaim dan mengangkat dirinya sebagai presiden dari Papua Merdeka, ini dari pandangan kami dalam menjaga konstitusi, sangat mengganggu," kata Bamsoet di Kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Desember 2020.
 
Bamsoet meminta pemerintah bertindak tegas. Pemerintah harus mengambil langkah apa pun untuk menjaga Tanah Air. Terlebih, tegas Bamsoet, pernyataan pimpinan separatis Papua itu hanya sepihak. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KSP: United Liberation Movement for West Papua 'Labrak' Hukum Internasional
 
Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini menilai tindakan Benny tidak sesuai dengan hukum internasional. Benny juga melanggar peraturan konstitusi dan undang-undang Indonesia sebagai kedaulatan yang sah atas Papua.
 
"Fakta juga menunjukkan tidak semua rakyat Papua mendukung Benny Wenda sebagai presiden Papua," tegas Bamsoet.
 
Baca: Mahfud: Benny Wenda Makar
 
Pengumuman soal Papua Barat disampaikan Benny Wenda melalui akun Twitter pribadinya, Selasa, 1 Desember 2020. Benny memanfaatkan Hari Ulang Tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diklaim jatuh pada 1 Desember 2020.
 
Berikut cuitan Benny tersebut:
 
"Today, we announce the formation of our Provisional Government of #WestPapua. From today, December 1, 2020, we begin implementing our own constitution and reclaiming our sovereign land."
 
"Hari ini, kami mendeklarasikan pembentukan Pemerintahan Sementara #PapuaBarat. Mulai hari ini, 1 Desember 2020, kami mulai menerapkan konstitusi kami sendiri dan mengeklaim kembali tanah kedaulatan kami."
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif