Presiden Joko Widodo/BPMI Setpres/Kris.
Presiden Joko Widodo/BPMI Setpres/Kris.

Jokowi: Pengembangan Sektor Pangan Perlu Inovasi Baru

Nasional pangan presiden jokowi
Insi Nantika Jelita • 18 November 2020 23:55
Jakarta: Pemerintah mendorong pengembangan sektor pangan merespons potensi krisis pangan akibat pandemi virus korona (covid-19). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pengembangan di sektor tersebut memerlukan terobosan.
 
“Pengembangan sektor pangan membutuhkan cara-cara baru yang inovatif, yang meningkatkan efisiensi proses produksi, pangan berkualitas dengan harga terjangkau, dan yang menyejahterakan para petani,” ungkap Jokowi dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet, Rabu, 18 November 2020.
 
Menurutnya, para pelaku usaha di sektor pangan sudah seharusnya meninggalkan paradigma lama. Mereka mesti melompat maju dengan cara-cara baru dan skala produksi yang lebih besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Jokowi Tagih Komitmen Kadin Dampingi 1 Juta Petani Swadaya
 
Upaya tersebut, kata Presiden, dicapai dengan menjadikan korporasi petani sebagai basis pengembangan sektor pangan. Jokowi meminta pengembangan dilakukan dengan mengedepankan nilai tambah di tahap on-farm maupun off-farm serta berbasis teknologi modern yang lebih efisien dan lebih produktif.
 
Pemerintah, lanjutnya, mendukung model kerja sama yang digagas Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) berupa sistem inclusive closed loop. Melalui skema tersebut, kemitraan antara para petani dan ekosistem usaha akan dibangun mulai dari hulu hingga hilir sehingga keberlanjutan produksi dapat terjaga dan petani juga lebih sejahtera.
 
“Saya mendukung berbagai inisiatif kolaboratif yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, dan offtaker. Beberapa inisiatif kolaborasi seperti petani hortikultura di Garut dan industri minyak sawit di berbagai daerah perlu untuk terus diperbarui," jelas mantan Wali Kota Solo itu.
 
Selain itu, Kepala Negara juga meminta Kadin memberikan pendampingan kepada jutaan petani swadaya. Sehingga, dapat terwujud kemitraan yang saling menguntungkan bagi para petani dan para pelaku usaha pangan.
 
"Saya sangat berharap model bisnis kolaboratif yang inklusif ini bisa mendongkrak sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi baru yang membuka lebih banyak lapangan kerja," pungkas Jokowi.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif