Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Lima Fraksi Ingin Ubah Judul RUU Ciptaker

Nasional Omnibus Law
Kautsar Widya Prabowo • 20 Mei 2020 19:11
Jakarta: Sebanyak lima fraksi DPR meminta perubahan judul Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja. Kelima fraksi tersebut yakni Fraksi Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan PDI Perjuangan.
 
Anggota DPR Fraksi Gerindra Heri Gunawan meminta regulasi sapu jagad itu kembali ke nama awal, yaitu RUU Cipta Lapangan Kerja. Hal tersebut sesuai dengan pidato Presiden Joko Widodo pada pelantikan 20 Oktober 2019.
 
"Agar ini konsisten dengan apa yang disampaikan Kepala Negara kita sehingga pembahasan kita lebih nyaman," kata Heri dalam rapat pembahasan daftar inventaris masalah (DIM) RUU Cipta Kerja, Rabu, 20 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggota Badan Legislasi (Baleg) Fraksi Nasdem Fauzi Amro menyarankan mengganti nama omnibus law itu menjadi RUU Kemudahan Berusaha. Pasalnya, sebagian besar aturan di RUU membahas kemudahan berinvestasi.
 
"Hampir 80 persen RUU ini bicara tentang kemudahan investasi sehingga ruh tenaga kerja atau cipta kerjanya hampir tidak ada," tutur Fauzi
 
Wakil Ketua Baleg DPR Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka menyarankan judul diubah menjadi RUU Penguatan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Koperasi, dan Industri Nasional untuk Menciptakan Lapangan Kerja. Hal ini mengingat banyak UMKM terpuruk karena pandemi virus korona (covid-19).
 
"Tidak mungkin kita menciptakan lapangan kerja kalo sektor UMKM khususnya dan industri nasional tidak kuat," tutur Rieke.
 
Fraksi PKS mengusulkan judul RUU tentang Penyediaan Lapangan Kerja. Sementara itu, Fraksi PPP mengusulkan judul RUU Cipta Kesempatan Kerja dan Kemudahan Berusaha.
 
Baca: UMKM Didorong Jadi Lokomotif Lapangan Kerja di RUU Ciptaker
 
Ketua Baleg DPR Supratman Andi Agtas mengatakan saat ini judul RUU Cipta Kerja tetap dipakai. Namun, ke depan tidak menutup kemungkinan ada pengubahan judul.
 
"Nanti dalam pembahasan berikut kalau ada yang tercatat tidak sesuai dengan judul klaster RUU Cipta Kerja ini tentu kita akan kita bahas kembali," jelas Andi.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif