Pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan membatasi kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan membatasi kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Skenario New Normal Harus Diperhitungkan Matang

Nasional Virus Korona PSBB New Normal
Anggi Tondi Martaon • 19 Mei 2020 16:40
Jakarta: Pemerintah tidak terburu-buru menerapkan skenario kehidupan new normal. Wacana tersebut harus dipertimbangkan dengan matang.
 
"Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi menjalankan skenario tersebut," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sukamta di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.
 
Pertama, kondisi penyebaran virus korona harus terpenuhi. Skenario new normalbisa diterapkan jika kurva perkembangan virus korona (covid-19) melandai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, memastikan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari ketentuan jaga jarak, menggunakan masker, hingga kebiasaan mencuci tangan.
 
"Pastikan seluruh masyarakat mengetahui protokol kesehatan yang harus dijalankan," ungkap dia.
 
Skenario <i>New Normal</i> Harus Diperhitungkan Matang
 
Ketiga, pemerintah harus memastikan kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) di seluruh Indonesia. Ini diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang mungkin terjadi jika dilakukan pelonggaran.
 
Baca: The New Normal Picu Gelombang Dua Penyebaran Covid-19
 
Terakhir, pemerintah memastikan ketercukupan alat pelindung diri (APD). Terutama untuk tenaga medis.
 
"Pertanyaannya, apakah sudah terpenuhi kesemua syarat tersebut, jika belum sangat riskan kebijakan pelonggaran dilakukan," sebut dia.
 
Dia pun mengingatkan pemerintah mempertimbangkan pendapat para ahli kesehatan saat mengambil kebijakan menyikapi pandemi korona ini. Sehingga, langkah yang diambil tepat.
 
"Bukan mendengar para pembisik yang punya kepentingan ekonomi sesaat," ujar dia.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif