Pengrajin melakukan uji coba ventilator di Industri UMKM Agusta, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa, 14 April 2020. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Pengrajin melakukan uji coba ventilator di Industri UMKM Agusta, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa, 14 April 2020. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Inovasi Jadi Kunci Selamat dari Krisis

Nasional Virus Korona
Yogi Bayu Aji • 30 Juli 2020 23:54
Jakarta: Pengusaha Sandiaga Uno meminta masyarakat tidak menyerah dalam menghadapi pandemi virus korona (covid-19). Dia menilai sejumlah peluang usaha masih bisa dijalankan di tengah segala keterbatasan saat ini.
 
"Kuncinya innovation fast. Pada masa pademi ini bagaimana kita berinovasi secara cepat dan mampu untuk menjawab tantangan yang kita hadapi," ungkap Sandi dalam dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Menurut dia, inovasi harus hadir pada setiap langkah seorang pengusaha. Dia memahami publik dibebani masalah pangan, biaya listrik, hingga biaya kuota internet dan pulsa. Namun, dia percaya masih ada solusi atas masalah ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengingatkan Indonesia masih menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara untuk produk pertanian dan barang konsumsi. Bahkan, nilai transaksi penjualan online atau e-commerce di Indonesia mencapai USD21 miliar (Rp309 triliun) sehingga menjadi yang terbesar di ASEAN.
 
Namun, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyebut seluruh produk dalam e-commerce justru didominasi komoditas dari Tiongkok. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi bersama, baik pemerintah maupun kalangan pengusaha.
 
Dia menjelaskan saat ini usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia. Untuk itu, UMKM harus dibenahi untuk memperbaiki ekonomi Indonesia.
 
"Siapa yang harus menghadirkan solusi tersebut? Adalah kita semua," jelas dia.
 
Baca: Pelaku Bisnis Harus Gunakan Teknologi saat Pandemi Covid-19
 
Di sisi lain, Sandi memprediksi bisnis penyediaan ventilator, obat-obatan penanganan covid-19, vaksin, hingga jamu bakal terus berkembang ke depan. Selain itu, usaha terkait telekonferensi dan bisnis digital dianggap tetap menjanjikan. Usaha sektor hukum dan industri berbasis energi ramah lingkungan, baik energi baru dan energi terbarukan, juga dipercaya tetap dapat hidup.
 
"Ini semua merupakan bagian dari tiga tren utama yang hadir dan terakserealisasi oleh covid-19," jelas Sandi.
 

(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif