Dewan Keamanan PBB Dituntut Bersikap soal Kedubes AS di Yerusalem
Menlu Retno Marsudi. Foto: MI.
Jakarta: Pemerintah Indonesia menuntut Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersikap atas peresmian Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Yerusalem, Senin, 14 Mei 2018. Langkah AS dianggap melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB serta mengancam proses perdamaian.

"Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umun PBB segera bersidang untuk mengambil sikap dan langkah yang tegas dan mendorong negara-negara anggota PBB lainnya untuk tidak mengikuti langkah AS," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

Retno tidak menyangka peresmian Kedubes AS memakan waktu singkat. Apalagi, Retno sempat berbincang dengan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson beberapa waktu sebelum peresmian. 


Dari pengakuan Tillerson, peresmian tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, kenyataannya tidak seperti ucapan Tillerson.

Baca: CEAPAD Evaluasi Kebutuhan Rakyat Palestina

Meski demikian, lanjut Retno, Indonesia akan tetap memperjuangkan hak rakyat Palestina. Indonesia akan menekan agar Kedubes AS dipindahkan dari Yerusalem.

"Pemerintah dan rakyat Indonesia akan terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya," jelas Retno.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id