Ketua MPR Zulkifli Hasan - Medcom.id/Ilham Wibowo.
Ketua MPR Zulkifli Hasan - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Ketua MPR Sesalkan CFD Dinodai Intimidasi

Nasional kekerasan
Whisnu Mardiansyah • 30 April 2018 13:36
Jakarta: Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyesalkan penyampaian aspirasi di acara Car Free Day (CFD) dinodai aksi intimidasi. Tak sepatutnya penyampaian aspirasi menghalalkan segala cara. 

"Sampaikan saja aspirasinya dengan tertib dan damai. Jangan sampai menghalalkan segala cara, apalagi merusak persatuan," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 30 April 2018.

Menurut Zulkifli, hal yang wajar penyampaian aspirasi dukungan di tempat publik. Apalagi momennya kini memasuki tahun politik. Namun salah jika penyampaian aspirasi itu justru merugikan dan mamaksakan kehendak apalagi sampai mengintimidasi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Biasa ada yang dukung A dan dukung B  dalam kontestasi. Yang penting jangan saling mengintimidasi. Jangan saling (menyatakan) yang terbaik saya, kamu yang terjelek, itu kan tidak," ujarnya.  Baca: Sandi Periksa Anak Buah terkait Aksi #2019GantiPresiden

Menurut Zulkifli, siapa pun yang berkontestasi nantinya mereka sama-sama putra-putri terbaik bangsa. Gesekan dan polarisasi yang tertinggal di Pilkada DKI jangan lagi disisakan. 

"Jangan sampai pengalaman pilgub DKI itu meninggalkan luka yang dalam. Nah, ini pilpres jangan sampai meninggalkan luka yang dalam. Kan kita tetep berkawan, bersahabat, kita tetap Indonesia," jelasnya. 

Baca: Korban Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Diminta Melapor

Penyampaian aspirasi dukungan kata Zulkifli sah-sah saja asal tidak ada unsur kampanye. Lagi pula acara di CFD kemarin inisiatif perorangan bukan partai. 

"Car free day itu bebas dari ajang partai politik. bebas dari kampanye," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan aksi intimidasi massa viral di media sosial. Dalam video berdurasi 2 menit 26 detik itu, tampak sekelompok orang yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden mengintimidasi orang-orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja. 

Dalam salah satu cuplikan, kelompok tersebut menuding salah satu pria yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja sebagai orang bayaran. 

Sejumlah orang  yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden terus menyoraki pria itu sambil melambaikan sejumlah uang. Padahal, pria yang ditanya tersebut sudah mengaku tak dibayar.

Selain itu, dalam video tersebut juga terekam massa yang mengintimidasi seorang ibu yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja bersama anaknya. Anak tersebut sempat ketakutan dan menangis lantaran disoraki sejumlah orang. Keduanya kemudian diamankan oleh warga lain yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden. 



(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi