Presiden Joko Widodo. Antara/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo. Antara/Sigid Kurniawan

Jokowi Wanti-wanti Jajaran Terkait Gejolak Ekonomi Global

Nasional Jokowi Ekonomi Indonesia Ekonomi Global Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Andhika Prasetyo • 09 Mei 2022 23:38
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan para menteri terus mewaspadai gejolak perekonomian dunia. Apalagi, konflik Rusia-Ukraina belum rampung.
 
"Hati-hati dengan gejolak ekonomi global. Sampai saat ini perang di Ukraina masih belum berakhir dan kelihatannya menunjukkan tanda-tanda yang berkepanjangan sehingga perekonomian semakin tidak pasti," kata Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 9 Mei 2022.
 
Ketegangan antara Rusia-Ukraina masih berlangsung. Konflik tersebut memicu krisis energi dan pangan yang dirasakan secara global. Kondisi tersebut, kata Jokowi, diperparah dengan kebijakan Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebijakan moneter AS yang agresif dalam meredam inflasi akan memunculkan, menyebabkan resesi di banyak negara," kata dia.
 
Kepala Negara meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan seluruh kementerian/lembaga terkait mengelola ekonomi makro dan mikro secara detail. Hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat seperti pangan dan energi harus bisa dijaga baik dari segi harga dan pasokannya.
 
"Saya sudah minta kepada Sekretaris Kabinet untuk mengagendakan rapat setiap minggu, sama seperti kita melakukan rapat terbatas mengenai PPKM. Urusan pangan dan energi harus juga dilakukan mingguan karena betapa pentingnya pengelolaan dua hal ini," tegas Jokowi.
 
Baca: Jokowi Instruksikan Jajaran Tetap Fokus Tangani Covid-19
 
Pada kesempatan itu, Jokowi juga menegaskan kembali tentang kewajiban percepatan realisasi belanja APBN, APBD, dan BUMN. Pengadaan barang dan jasa harus dilakukan segera demi menjaga konsumsi dan daya beli.
 
"Saya minta para menteri yang berkaitan dengan ini agar memonitor belanja-belanja di setiap kementerian/lembaga dan juga di daerah serta BUMN," kata Jokowi.
 
Tidak hanya dari segi kecepatan, kualitas belanja harus diperhatikan. Presiden ingin anggaran yang dikeluarkan bisa memberikan dampak positif terhadap perekonomian rakyat.
 
"Saya sudah berulang kali menyampaikan beli produk dalam negeri sebanyak-banyaknya," tegas Jokowi.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif