Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

KPU Akui Tak Mudah Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Nasional kpu OTT KPK
Zaenal Arifin • 13 Januari 2020 18:55
Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengakui tertangkapnya eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan membuat kepercayaan pada lembaga pemilihan umum luntur. Pramono berjanji bakal mengembalikan kepercayaan masyarakat.
 
"Itu bukan hal yang mudah, tentu perlu waktu. KPU mesti memperlihatkan kebijakan-kebijakan yang diambil tidak dipengaruhi oleh apa pun, kecuali dia tunduk dan patuh pada perintah undang-undang," ujar Pramono di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 13 Januari 2020.
 
Pramono menegaskan kinerja dan kebijakan-kebijakan diambil lembaganya selama ini sesuai dengan aturan undang-undang. Ketua KPU Arief Budiman menyerahkan kepada masyarakat menilai KPU.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi saya ingin meyakinkan pada masyarakat bahwa sampai hari ini kerja KPU dilakukan dengan mengikuti peraturan perundang-undangan," ujar Arief.
 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan PAW calon anggota legislatif (caleg) PDIP Harun Masiku di DPR.
 
KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Wahyu dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif