Hasil Pilkada Dinilai tak Menentukan Kemenangan pada 2019
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani/Medcom.id/Husen Miftahudin
Jakarta: Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menganggap hasil Pilkada Serentak 2018 tak serta merta berkolerasi dengan Pileg dan Pilpres 2019. Setiap gelaran pemilihan umum punya variabel berbeda.

"Pilkada punya hukumnya sendiri, pilpres punya hukumnya sendiri, pemilu juga punya hukumnya sendiri," tegas Muzani di sela halalbihalal dengan eks Relawan Anies-Sandi di rumah dinasnya Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Minggu, 1 Juli 2018.

Gerindra tak mau tinggi hati meski ada calonnya menang pada Pilkada 2018. Mereka masih harus bekerja ekstra meraih hasil positif pada pileg maupun pilpres.


"Karena tidak otomatis kita jadi pemenang legislatif," ucap dia.

Baca: Gerindra Tetap Ajak PAN dan PKS Mengusung Prabowo

Muzani mencontohkan hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018. Ada calon usungan parpol kalah di wilayah yang dianggap basis suara.

"Di gudang basis yang gubernurnya partai tertentu ternyata kalah, di gudang lain ternyata menang. Jadi karena hukumnya berbeda, variabelnya berbeda, jadi ini lebih merupakan tahapan-tahapan perjuangan," jelas Muzani.

Tahapan pemilu, kata Muzani, layaknya bersekolah. Begitu tamat SD, seseorang harus bekerja lebih giat untuk masuk di SMP favorit.

"Begitu tamat SMP masuk SMA sama saja. Masuk  perguruan tinggi mesti tes lagi, kira-kira seperti itu. Tes belum tentu lulus walaupun menjadi yang terbaik," ucap dia.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id