NEWSTICKER
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih (tengah). Medcom.id/Raka Lestari
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih (tengah). Medcom.id/Raka Lestari

Dampak Positif Data Pasien Covid-19 Dibuka

Nasional Virus Korona
Fachri Audhia Hafiez • 16 Maret 2020 19:10
Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai keterbukaan data dan informasi pasien terinfeksi virus korona (covid-19) memiliki dampak positif. Langkah ini penting untuk menekan laju penyebaran virus di suatu daerah.
 
"Siapa namanya, di mana tempat tinggalnya, itu sangat penting untuk mengawasi dan melakukan contact tracing (penelusuran kontak)," ujar Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M Faqih di Kantor Pengurus Besar (PB) IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 16 Maret 2020.
 
Daeng meyakini membuka data pasien tidak bertentangan dengan hukum. Pasalnya, virus berbahaya ini sudah pandemi dan mengancam keselamatan kesehatan individu maupun masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerahasiaan medik ini diatur dalam empat undang-undang (UU), yakni Pasal 48 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran; Pasal 57 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan; Pasal 38 UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Pasal 73 UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.
 
Baca: Dinkes Tangsel Sebut 31 Warganya Dalam Pemantauan Korona
 
"Beberapa hal berkaitan dengan kedaruratan bencana, untuk kemaslahatan dan kepentingan umum. Maka kami menetapkan membuka rahasia kedokteran dalam kondisi sekarang, itu tidak bertentangan dengan hukum," tegas dia.
 
Dia mencontohkan langkah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersedia mengungkap data ke publik saat dinyatakan positif terjangkit korona.

Data pasien dengan alamat lengkap

IDI menilai tak mempermasalahkan alamat pasien diungkap secara detail. Selain untuk efektivitas dan efisiensi penanggulangan, lokasi pasien tersebut berguna untuk mendata peta penyebaran virus covid-19.
 
"Supaya memberikan peringatan baik kepada yang sakit untuk berdiam di rumah maupun yang berdekatan untuk tidak bersentuhan dengan yang sakit," ucap Daeng.
 
Kondisi ini pun perlu dilakukan koordinasi dengan pihak RT atau RW setempat. Sinergitas ini diharapkan langkah efektif menekan laju virus yang awalnya ditemukan di Wuhan, Tiongkok tersebut.
 
"(RT RW) Itu harus bekerja mengamankan ini. Berkaitan dengan melindungi memagari dan contact tracing siapa yang berhubungan dekat dengan dia," ujar Daeng.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif