Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Dok. Istimewa
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Dok. Istimewa

Penangkapan Gus Nur Dinilai Bukan Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Nasional nahdlatul ulama ujaran kebencian
Anggi Tondi Martaon • 25 Oktober 2020 04:00
Jakarta: Penangkapan Sugi Nur Rahardja ‎(Gus Nur) diminta tidak dijadikan polemik. Sebab, langkah hukum tersebut dilakukan melalui bukti yang jelas.
 
"Penangkapan ini sudah berdasarkan bukti-bukti yang jelas," kata Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Politikus Partai NasDem itu meminta tidak ada pihak yang mengeluhkan penangkapan tersebut. Apalagi, ada yang menganggap sebagai pelanggaran berdemokrasi atau kebebasan berpendapat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sahroni menilai Gus Nur tampak jelas melakukan ujaran kebencian. Gus Nur juga menyebarkan hoaks dan provokasi.
 
"Kan UU-nya juga sudah jelas dan detail mana yang melanggar dan mana yang tidak. Jadi publik juga sebetulnya secara gamblang dapat melihat hal itu," ungkap dia.
 
Baca: Gus Nur Ditangkap karena Dugaan Lecehkan NU
 
Dia meminta pihak kepolisian tegas menindak siapa pun yang terbukti melanggar hukum. Semua pihak memiliki kedudukan sama di mata hukum.
 
"Perlakuan dengan tegas seperti ini harus diterapkan tanpa pandang bulu siapapun tidak peduli sedang berada di pihak mana," ujar dia.
 
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Gus Nur di Malang, Sabtu dini, 24 Oktober 2020. Gus Nur ditangkap atas kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU).
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif