Anggota Komisi V DPR Syarif Abdullah Alkadrie -- MI/Mohamad Irfan
Anggota Komisi V DPR Syarif Abdullah Alkadrie -- MI/Mohamad Irfan

Legislator Menyoroti Minimnya Alat Mitigasi Bencana

Nasional tsunami Tsunami di Selat Sunda
Whisnu Mardiansyah • 24 Desember 2018 12:42
Jakarta: Sejumlah alat mitigasi bencana milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dinilai minim. Bahkan alat pendeteksi tsunami di sejumlah perairan yang rawan bencana rusak bahkan hilang.
 
"Memang sekarang mindset pemerintah sudah harus berubah. Kita ini kan ramah dengan bencana. Jadi, bagaimana mendeteksi sedini mungkin kejadian bencana di negara ini," kata anggota Komisi V DPR RI Syarief Alkadrie saat dihubungi Medcom.id, Senin, 24 Desember 2018.
 
Sebelum bencana tsunami di Selat Sunda melanda, Komisi V sudah mendorong anggaran untuk alat mitigasi bencana BMKG diprioritaskan. Namun, pemerintah menyarankan anggaran itu dimasukkan ke dana cadangan tanggap darurat bencana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Cuma memang kita inginkan dana itu diprioritaskan untuk tambah peralatan. Tetapi, pada saat itu, dana sudah diketok. Tidak terbayangkan secepat mungkin terjadi lagi bencana," ucapnya.
 
Peralatan alat mitigasi bencana saat ini harus diprioritaskan. Mau tidak mau sebagai negara yang rawan bencana alat-alat mitigasi bencana mutlak diadakan.
 
"Saya kira tidak bisa lagi bicara sekarang tetapi kita bicara ke depan. Saya imbau dana itu kita prioritaskan beli peralatan mitigasi bencana. Sehingga sedini mungkin kita bisa tahu. Paling tidak ada peringatan dini yang seminimal mungkin jatuhnya korban," kata dia.
 
Baca: Luhut Minta Menkeu Siapkan Anggaran untuk Antisipasi Tsunami
 
Sebanyak 281 orang meninggal akibat tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Banten, hingga Senin, 24 Desember 2018. Sementara 57 orang masih dicari.
 
Sedangkan 1.061 orang terluka dan 11.687 penduduk pengungsi. Korban ditemukan di lima kabupaten di Banten dan Lampung.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif