Pemerintah akan Didorong Bantu Kepulangan Rizieq

Arga sumantri 25 Oktober 2018 14:53 WIB
Jokowi-Ma`ruf
Pemerintah akan Didorong Bantu Kepulangan Rizieq
Direktur Tim Komunikasi TKN-KIK Dwi Badarmanto. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf mendorong agar pemerintah siap membantu kepulangan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Indonesia. Ini sekaligus menepis anggapan akan ada kriminalisasi ke Rizieq.

"Kalau mau pulang, silakan pulang saja. Pemerintah pasti siap memberi bantuan jika dibutuhkan untuk kepulangan (Rizieq)," kata Direktur Informasi dan Publikasi TKN Jokowi-Maruf, Dwi Badarmanto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 25 Oktober 2018.

Ia mengatakan pemerintah berkewajiban melindungi warganya yang berada di luar negeri. Makanya, kata dia, kepulangan Rizieq bisa dibicarakan supaya pemerintah memfasilitasinya.


Menurut Dwi, belakangan ada pihak yang seolah ingin menggiring opini seakan-akan pemerintah akan mengkriminalisasi Rizieq jika datang ke Indonesia. Ia menilai wajar isu ini muncul, terlebih di tahun politik. Namun, ia yakin publik sudah lebih cerdas.

"Biarkan masyarakat sendiri melihatnya. Baik TKN maupun pemerintah, saya rasa tidak mempermasalahkan (kepulangan Rizieq)," ujarnya.

Baca: Kepulangan Rizieq Tak akan Gerus Elektabilitas Jokowi

Dwi mengatakan anggapan kriminalisasi Rizieq jelas tidak benar. Lagipula, polisi juga sudah mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). "Masa dikasuskan kembali."

TKN juga enggan ambil pusing soal kabar Rizieq merapat ke kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres nanti. Rizieq memilik hak menentukan sikap serta pandangan politiknya. Yang penting, kata dia, pesta demokrasi tetap kondusif.

"TKN akan fokus pada positive campaign, di mana terus memberikan pendidikan politik ke publik soal prestasi dan kinerja Pak Jokowi selama ini," ucapnya.

Dalam berpolitik itu, kata dia, tak perlu saling menjatuhkan dengan melempar tudingan-tudingan tak berdasar. Pola-pola negative campaign itu dinilai cuma menghabiskan energi. TKN Jokowi-Ma'ruf komitmen mengedepankan kampanye positif.

"Cerita soal hal-hal positif dan kinerja Pak Jokowi saja sudah tidak ada habisnya. Jadi buat apa kita siapkan negative campaign atas kepulangan HRS (Habieb Rizieq Shihab) ke Indonesia," ungkapnya.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id