PKS Sebut <i>Fit and Proper Test</i> Akal-akalan Gerindra
Fungsionaris PKS Suhud Alynuddin - Medcom.id/Nur Azizah.
Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menuding Partai Gerindra sengaja mengulur waktu pengisian posisi jabatan wakil gubernur DKI Jakarta sepeninggal Sandiaga Uno. Salah satunya dengan menggelar fit and proper test yang dirasa tidak perlu.

"Fit and proper test tampak seperti akal-akalan untuk menunda proses penggantian wagub DKI," kata Fungsionaris PKS Suhud Alynuddin pada Medcom.id, Jumat, 7 Desember 2018.

Suhud menyebut mekanisme pengisian posisi wagub sejatinya sudah jelas. Hal ini menjadi domain dan wewenang partai pengusung: Gerindra dan PKS. Bukan justru menjaring calon melalui mekanisme fit and proper test


"Hak PKS dan Gerindra untuk mengajukan calon wagub DKI pengganti Pak Sandi untuk diajukan dan dipilih di Paripurna DPRD DKI," tegas Suhud.

(Baca juga: Konflik PKS-Gerindra DKI Dikhawatirkan Pengaruhi Pilpres)

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra, M Taufik, mengakui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada calon wakil gubernur DKI Jakarta diusulkan partainya. Dia menegaskan itu sudah kesepakatan dengan PKS. 

"Itu hasil kesepakatan kok," tegas Taufik saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 4 Desember 2018.

Taufik menekankan tak perlu ada yang diributkan perihal uji kelayakan dan kepatutan. Sebab, hal itu sudah mendapat persetujuan dengan PKS pada pertemuan yang digelar awal November lalu.

Dia menampik uji ini sengaja dibuat lantaran Partai Gerindra tak legawa memberikan kursi wagub kepada PKS. 

"Bukan begitu, ini kan sudah hasil kesepakatan. Masa mau mengingkari kesepakatan?" tandas dia. 

(Baca juga: Fit and Proper Test Bukan untuk Menjegal)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id