Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan/Dok KKP
Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan/Dok KKP

Pengamat: Tak Ada Jaminan Jatah Menteri KKP untuk Gerindra

Nasional partai gerindra Kabinet Jokowi-Maruf presiden jokowi Edhy Prabowo
Fachri Audhia Hafiez • 29 November 2020 12:02
Jakarta: Jatah kursi menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diprediksi tak akan diberikan lagi ke Partai Gerindra. Kekosongan jabatan orang nomor satu di KKP itu dinilai bakal diisi partai koalisi lain atau profesional.
 
"Tidak ada jaminan bahwa di KKP akan kembali bisa Gerindra. Bisa dari parpol koalisi lain," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno kepada Medcom.id, Minggu, 29 November 2020.
 
Meski demikian, dia menilai porsi Gerindra untuk berada di lingkungan pemerintah tetap sama, yakni dua jatah menteri. Jatah partai besutan Prabowo Subianto itu kemungkinan akan dialihkan ke kementerian lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kasus Menteri Edhy Dianggap Momentum Reshuffle Kabinet
 
"Prinsipnya tidak mengurangi kursi yang sudah dimiliki Gerindra saat ini," ucap dia.
 
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu menjelaskan situasi ini merupakan politik akomodatif. Menurut dia, porsi Gerindra di pemerintahan tak bisa dikurangi, sebab dapat menimbulkan gejolak.
 
"Bahkan sangat potensial Gerindra itu bisa mengevaluasi jatah dukungannya ke pemerintah," ujar Adi.
 
Jatah menteri di KPP dilirik banyak partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Semua partai koalisi dinilai menunggu sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menunjuk Menteri Kelautan dan Perikanan.
 
Adi menyebut Kepala Negara bakal mempertimbangkan banyak hal untuk menaruh orang di KKP. Khususnya untuk menghindari kasus korupsi pasca tertangkapnya Edhy Prabowo.
 
"Kriteria utamanya adalah menteri yang tidak terjerembab lagi dalam kasus korupsi dan bisa meningkatkan performa kinerja KKP. Kemudian memberikan nilai tambah surplus perekonomian Indonesia," tutur Adi.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif