Vaksin Sinovac buatan Tiongkok/AFP.
Vaksin Sinovac buatan Tiongkok/AFP.

Vaksinasi Covid-19 Akhir Tahun, Kemenkes-BPOM Tunggu Arahan

Nasional Virus Korona bpom kemenkes vaksin covid-19
Cindy • 14 November 2020 14:55
Jakarta: Vaksin virus korona (covid-19) hasil kolaborasi Bio Farma dan Sinovac bakal disuntikkan akhir 2020. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunggu arahan lanjutan terkait hal itu. Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Muhammad Budi Hidayat, enggan merespons hal tersebut.
 
"Saya masih belum bisa kasih informasi," kata dia kepada Medcom.id, Sabtu, 14 November 2020.
 
Rencana pendistribusian vaksin ke seluruh Indonesia itu menunggu persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pemerintah berharap persetujuan itu keluar pada minggu pertama Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pun demikian, Kepala Bagian Humas BPOM, Nelly Rachman tak mengkonfirmasi hal itu. Dia mengatakan seluruh informasi dan perkembangan tentang vaksin covid-19 di Indonesia akan disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
"Ini sesuai keputusan dalam ratas (rapat terbatas) dengan Presiden RI pada 9 November 2020. Kecuali beliau menunjuk BPOM atau kementerian lain untuk bicara," ucap dia.
 
Rencananya, Indonesia memulai vaksinasi massal dua minggu setelah mendapatkan persetujuan BPOM. Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menyebut pemerintah membutuhkan antara 320 juta hingga 370 juta vaksin covid-19 untuk 160 juta orang.
 
Baca:Relawan Vaksin Covid-19 Sinovac Belum Menunjukkan Gejala Efek Samping
 
Pemenuhan kebutuhan vaksin dilakukan mulai akhir tahun ini sampai tahun depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku ketua komite mengatakan vaksin akan diutamakan bagi penduduk produktif antara usia 19 sampai 59 tahun.
 
Pada tahap I, ada 36 juta vaksin yang disiapkan pada akhir 2020. Kemudian, kuartal I di tahun 2021 ditargetkan sebanyak 75 juta vaksin, kuartal II 105 juta, kuartal III 80 juta, dan kuartal 2021 80 juta.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif