Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Sindir Demokrat, Ferdinand: Jangan Mudah Mengatasnamakan Rakyat

Nasional partai demokrat Omnibus Law UU Cipta Kerja
Kautsar Widya Prabowo • 12 Oktober 2020 13:57
Jakarta: Ferdinand Hutahaean, menyindir Partai Demokrat terkait Undang-Undang Cipta Kerja (Cipataker). Dia tak sepakat dengan sikap elite partai yang mengatasnamakan rakyat dan menolak UU tersebut.
 
"Jangan mudah mengatasnamakan rakyat. Kalau saya tanya rakyat yang mana? Buruh? Berapa orang yang turun kemarin? Di dalam UU itu kan ada misi besar membuka lapangan kerja terhadap 10 juta lebih pengangguran," ujar Ferdinand kepada Medcom.id, Senin, 12 Oktober 2020.
 
UU Ciptaker juga dinilai menjadi strategi pemerintah mengurus 26,5 juta masyarakat kelas ekonomi bawah. Mereka membutuhkan bantuan untuk membayar listrik, pendidikan, sembako, dan bantuan langsung tunai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(UU Ciptaker) Inilah konsep keadilan sosialnya yang sesuai Pancasila," tuturnya.
 
Baca:Ferdinand Hutahaean Hengkang dari Demokrat, Salah Satu Alasannya UU Ciptaker
 
Ferdinand juga merespons berkurangnya sumber gaji dalam pesangon di UU Ciptaker. Dia menyebut hal itu menjadi strategi pemerintah. Utamanya terkait penggunaan BPJS Ketenagakerjaan, namun dia tak membeberkan detail hal tersebut.
 
"(UU Ciptaker) ada konsep keadilan antara buruh dan pengusaha, rakyat, dan pemerintah," kata da.
 
Pandangannya tersebut yang mendasari Ferdinand angkat kaki dari partai yang membesarkan namanya selama empat tahun. Di sisi lain, Ferdinand enggan memberbekan langkah selanjutnya, utamanya terkait partai politik (parpol) baru.
 
"Nanti lah bulan depan, sekarang belum," kata Ferdinand.
 
DPP Partai Demokrat telah menerima surat pengunduran diri Ferdinand.Kepala Biro Energi dan Sumber Daya Mineral, Departemen VII DPP partai Demokrat itu menyerahkan surat tersebut kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) pada Senin, 12 Oktober 2020.
 
"Saudara Ferdinand Hutahaean menyatakan mengundurkan diri sebagai pengurus dan sekaligus sebagai kader Partai Demokrat," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Ossy Dermawan dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2020.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif