Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin. Dok. Tangkap Layar
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin. Dok. Tangkap Layar

Menko Perekonomian Diminta Jelaskan Isi UU Ciptaker

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Siti Yona Hukmana • 08 Oktober 2020 20:06
Jakarta: Pemerintah melalui Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) diminta menjelaskan secara transparan kepada masyarakat terkait Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker). Masyarakat saat ini memiliki persepsi UU tersebut merugikan pekerja.
 
"Menko Perekonomian seharusnya berbicara kepada publik menjelaskan sejelas-jelasnya apa isi undang-undang ini, sehingga persepsi yang ada di masyarakat juga bisa terkonfirmasi," kata Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin dalam konferensi pers daring, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Amiruddin mengatakan memberikan penjelasan bagian dari membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Menurut dia, ruang dialog penting dilakukan untuk meredam amarah masyarakat atas pengesahan UU Ciptaker.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setiap pimpinan negara atau lembaga atau instansi dari pusat sampai ke daerah harus mampu membuka diri untuk berdialog dengan segenap unsur masyarakat yang keberatan terhadap disahkannya undang-undang ini," ungkap dia.
 
Baca: Demo Tolak Omnibus Law di Palembang Berakhir Ricuh
 
Komnas HAM telah memantau pergerakan massa di daerah, termasuk Jakarta. Unjuk rasa penolakan UU Ciptaker rata-rata berujung ricuh. Dia tidak mengharapkan itu terjadi. Pedemo seharusnya patuh terhadap koridor hukum dengan berunjukrasa secara tertib.
 
"Karena itu sudah terjadi langkah-langkah dialog mesti diambil. Sehingga kita bisa mencegah jatuhnya korban, karena kita sudah banyak pengalaman peristiwa seperti ini jatuhnya korban, sampai hari ini (kasus) itu pun belum selesai, jangan ditambah lagi lah," ujar Amiruddin.
 
Kerusuhan saat demo penolakan UU Ciptaker terjadi di Palu, Palembang, Bandung, Bogor, dan Jakarta. Seperti di Ibu Kota, pos polisi hingga halte TransJakarta dibakar.
 
Beberapa mobil kepolisian juga diamuk massa. Personel kepolisian mengalami luka-luka akibat kena lemparan batu. Imbasnya juga pada massa tersebut. Hampir seribuan massa yang diduga dari kelompok anarko digelandang ke kantor polisi.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif