Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Media Sosial Disebut Jadi Wadah Politikus Membangun Citra

Nasional media sosial partai politik politik
Juven Martua Sitompul • 28 April 2022 18:46
Jakarta: Sejumlah politisi berbondong-bondong terjun ke media sosial. Media sosial bahkan dianggap menjadi wadah paling konkret dalam membangun citra baik seseorang, khususnya politikus.
 
Lewat media sosial juga, politikus 'memamerkan' prestasi dan pencapaiannya kepada masyarakat. Namun, politikus yang sudah terjun ke media sosial harus sudah siap berinteraksi dengan masyarakat.
 
“Terbentuk pola komunikasi baru, masyarakat bisa langsung mengakses politikus. Komunikasi publik dengan politikus dengan kekuatan media sosial," kata Pakar Komunikasi dari Universitas Indonesia, Firman Kurniawan, Jumat, 28 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Firman mengatakan keberadaan media sosial tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam survei yang dirilis Hootsuite pada tahun ini, 73,7 persen masyarakat Indonesia terhubung dengan internet dan 68,9 persen aktif menggunakan media sosial.
 
Menurut dia, ada tiga hal mengapa politikus memanfaatkan media sosial. Pertama, untuk membangun awareness di mana politikus menunjukkan karakternya dan menyampaikan misinya secara ringan.
 
Kedua, keterlibatan publik. Yaitu saat publik ikut berkomentar pada media sosial politikus tersebut.
 
"Kemudian ketiga, ada feedback dari publik dari yang ditawarkan publik cocok atau tidak, kemudian kalau tidak cocok akan ada dialog," kata Firman.
 
Di sisi lain, Firman menilai politikus yang sudah terjun di media sosial harus menyelaraskan citranya. Politikus yang tampil ciamik, ramah, humoris di media sosial, harus bersikap yang sama saat ditemui secara langsung.
 
“Ada teori dramaturgi, kita atur panggung depan dan panggung belakang. Katakan panggung depan adalah media sosial, maka di panggung depan ingin tampil sempurna, ideal. Publik harus diberi juga tampilan di belakang panggung," kata Firman.
 
Baca: Pemilu 2024 Menghadapi Tantangan Berulang
 
Tampilan di belakang panggung, kata dia, adalah keseharian tokoh tersebut. "Jadi  apa yang disajikan di media sosial idealnya tidak terlalu berbeda dengan di dunia nyatanya," kata Firman.
 
Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif SMRC Sirojuddin Abbas. Dia mengatakan politikus dan tim harus kreatif dalam mengisi kanal-kanal media sosialnya. Sebab, kreatif menjadi kunci menarik perhatian pengguna media sosial.
 
“Tergantung konten menarik atau tidak. Apakah topiknya sesuai dengan topik yang disukai masyarakat, apakah pesan komunikasinya mudah dipahami oleh masyarakat pengguna media sosial. Semakin baik sosialisasi semakin besar peluang untuk ter-ekspose pada komunitas-komunitas” kata Sirojuddin.
 
Sementara itu, politikus PDI Perjuangan Puan Maharanj mengingatkan agar politikus yang aktif di media sosial untuk tidak lupa bekerja. Dia menilai masyarakat butuh aksi ketimbang tebar pesona di media sosial. Puan menekankan perlunya bekerja dan gotong royong.
 
"Jadi jangan kemudian kita itu asal pilih karena cuma kelihatan di panggung saja. Panggung itu panggung media, panggung TV, panggung sosmed, tapi pilih orang yang betul-betul pernah memperjuangkan kita, pernah bersama-sama kita, pernah bergotong-royong bersama kita,” kata Puan.tag politik
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif