Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir. Foto: MI/Dwi Apriani.
Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir. Foto: MI/Dwi Apriani.

Inas Zubir Nilai Prabowo Ingin Kuasai Hukum Indonesia

Nasional Prabowo-Sandi
Nur Azizah • 20 Januari 2019 14:11
Jakarta: Ketua Fraksi Hanura DPR Inas N Zubir ikut berkomentar terkait debat capres-cawapres yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Januari 2019 lalu. Pada debat perdana itu, setidaknya ada tiga argumen capres Prabowo Subianto yang menurut Inas blunder.
 
Pertama, pernyataan Prabowo soal Presiden sebagai penegak hukum tertinggi. Inas menyampaikan, Presiden adalah eksekutif sedangkan Hukum adalah Yudikatif.
 
"Ini bahaya, karena jika dia berkuasa maka hukum akan diambil alih. Hukum digenggam dalam kekuasaannya sehingga Prabowo akan memanfaatkan hukum sesuka hatinya," kata Inas dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu 20 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan kedua, Prabowo mengatakan bahwa korupsi yang tidak seberapa masih dapat dimaklumi. Anggota komisi VI DPR RI menyebut pernyataan Prabowo jelas menunjukan bahwa korupsi bukan masalah penting bagi Prabowo.
 
"Jika Prabowo Subianto berkuasa maka pelaku korupsi akan dimaafkan. Ini adalah pesan kuat bagi para koruptor yang belum bergabung dengan kubu Prabowo Sandi agar segera merapat," ungkap dia.
 
Pernyataan ketiga yang juga dianggap salah yakni perbandingan luas Malaysia dan Jawa Tengah. Capres nomor urut 02 itu mengatakan Jawa Tengah lebih luas dari Malaysia.
 
"Berdasarkan fakta, luas Jawa Tengah hanya 32.801 Km2 dan luas Malaysia 330,803 Km2. Artinya, Prabowo selalu bicara sesuka hatinya tanpa perduli tentang data dan fakta," pungkas Inas.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi