Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem di Badan Legislasi (Baleg) DPR, Taufik Basari. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem di Badan Legislasi (Baleg) DPR, Taufik Basari. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

NasDem Masih Berharap Pembahasan RUU PKS Dilanjutkan

Nasional antikekerasan seksual
Theofilus Ifan Sucipto • 02 Juli 2020 14:11
Jakarta: Fraksi Partai NasDem meminta Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) tetap masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020. Aturan ini dinilai mendesak untuk menindak pelaku kekerasan seksual.
 
“NasDem menginginkan RUU PKS ini dibahas dan dilanjutkan,” kata Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) NasDem di Badan Legislasi (Baleg) DPR, Taufik Basari, dalam rapat di ruang Baleg DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Juli 2020.
 
Taufik menyebut Partai NasDem sebagai inisiator RUU PKS telah merelakan status RUU PKS menjadi usulan Komisi VIII DPR. Dia menyayangkan pembahasan malah mandek.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


NasDem menghormati RUU PKS ditarik dari Prolegnas Prioritas 2020. Namun, Taufik mengajak seluruh fraksi mengupayakan kembali RUU PKS tetap masuk Prolegnas 2020.
 
(Baca: RUU PKS Jamin Keadilan Hukum dan Pemulihan Korban)
 
“Kita harap dukungan fraksi lain agar jadi amanah dan kami bisa melanjutkan kembali,” ujar Taufik.
 
DPR sepakat menarik 16 RUU dari Prolegnas Prioritas 2020. Salah satunya RUU PKS.
 
“Komisi VIII meminta penarikan RUU PKS. Alasannya masih menunggu pengesahan RUU KUHP,” kata Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Supratman Andi Agtas, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Juli 2020.
 
Supratman berharap Komisi III DPR segera merampungkan pembahasan RUU KUHP. Dengan begitu, pembahasan RUU PKS bisa dilanjutkan pada Prolegnas Prioritas 2021.
 

(REN)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif