Pelanggar PSBB diminta menyanyikan lagu nasional. Medcom.id/Zaenal Arifin
Pelanggar PSBB diminta menyanyikan lagu nasional. Medcom.id/Zaenal Arifin

Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Mesti Timbulkan Efek Jera

Nasional Virus Korona
Media Indonesia • 15 Juli 2020 05:32
Jakarta: Pemerintah diminta membuat sanksi lebih tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19 (korona). Masih banyak orang tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak aman saat beraktivitas di luar rumah.
 
Pemerintah perlu membuat formulasi sanksi agar protokol kesehatan berjalan efektif. Pemberian hukuman baik secara fisik maupun sosial selama ini dinilai tidak memberikan efek jera.
 
“Kalau disuruh push-up atau bersih-bersih apakah setimpal dan membuat kapok? Prinsip hukuman itu kan membuat jera, kalau terlalu ringan tidak akan kapok, tapi kalau terlalu berat akan memunculkan dendam atau sikap agresif. Hal ini yang harus dipikirkan,” kata psikolog sosial Universitas Gadjah Mada (UGM) Faturochman, Selasa, 14 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menuturkan penertiban penegakan aturan mestinya diawali di institusi pemerintah, kantor-kantor layanan publik, serta pusat-pusat bisnis, dan perdagangan. Pihak-pihak tersebut diharapkan displin menjalanan protokol kesehatan saat menjalankan pelayanan atau usaha.
 
(Baca: Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan)
 
“Kalau itu tidak terpenuhi, masyarakat yang melakukan pelanggaran akan merasa tidak ada masalah. Yang ditertibkan itu dulu jangan yang dijalan-jalan, ini akan lebih efektif,” tutur dia.
 
Dia mengatakan rendahnya kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan lantaran mereka belum sepenuhnya menyadari manfaat dari aturan tersebut. Manfaat dari kepatuhan sosial menjalankan protokol kesehatan tidak dirasakan secara langsung yakni berupa terhindar dari risiko tertular covid-19.
 
Sementara, masyarakat baru menyadari bahaya dari perilaku abai tehadap protokol kesehatan bila ada keluarga atau orang terdekat terinfeksi covid-19. “Patuh secara sosial kesehatan beratnya di situ, dari segi reward tidak ada," tutur dia.
 

(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif