Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Foto: MI/Ramdani
Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Foto: MI/Ramdani

Kabinet Kerja Diklaim Solid

Nasional rapat kabinet kabinet jokowi-jk kabinet kerja
Achmad Zulfikar Fazli • 02 Oktober 2017 20:05
medcom.id, Jakarta: Polemik pembelian 5.000 pucuk senjata api diyakini tak mengganggu jajaran Kabinet Kerja. Sekretaris Kabinet Pranomo Anung mengklaim para menteri dan pejabat di Kabinet Kerja, solid.
 
"Kalau kabinet, solid-solid saja," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 2 Oktober 2017.
 
Menurut Pramono, perbedaan sikap atau pernyataan di antara jajaran kabinet selalu dibahas dan diselesaikan dalam rapat-rapat di Istana Kepresidenan. Bukan hanya permasalahan yang muncul di publik, tapi juga yang belum diketahui masyarakat luas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hari ini terselesaikan dalam banyak persoalan. Bukan hanya yang sudah tersampaikan di publik, yang belum pun kita juga bicarakan dalam sidang kabinet terbatas maupun sidang hari ini dan menko diminta untuk mengkoordinasikan kementerian dan lembaga-lembaga yang ada," beber dia.
 
Publik belakangan ini sempat dihebohkan dengan pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo soal pembelian 5.000 pucuk senjata api oleh lembaga non-militer. Hal ini disampaikan Gatot saat silaturahmi dengan purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat 22 September.
 
Pernyataan ini pun turut direspons oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Ia menyebut pernyataan itu terkait masalah komunikasi yang tidak tuntas dalam pembelian senjata.
 
Panglima dan Wiranto pun sudah dipanggil Presiden Jokowi untuk menyelesaikan polemik ini. Dalam sidang kabinet siang tadi, Jokowi kembali menyinggung soal polemik pembelian 5.000 pucuk senjata api. Ia meminta kepada semua anak buahnya untuk tidak membuat gaduh.
 
"Jangan bertindak atau bertutur kata yang membuat masyarakat bingung. Ini semuanya, permasalahan antar lembaga, antar kementerian selesaikan secara kondusif," kata Jokowi dalam kata pengantar di Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin siang.
 
Jokowi meminta tiap kementerian atau lembaga bisa menyelesaikan masalah di tingkat menteri koordinator terkait. Bila tak selesai, bisa dibahas bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Masih belum selesai, masih bisa ke saya," ucap Jokowi.
 
Ia tak ingin permasalahan antar kementerian dan lembaga menjadi konsumsi publik. Sehingga menimbulkan kegaduhan dan kontroversial. Apalagi pada 2018 sudah masuk tahun politik. Tahapan Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019 sudah dimulai.
 
Karena itu, Jokowi ingin anak buahnya di pemerintahan untuk fokus bekerja. Ia pun meminta kepada semua pihak agar mengangkat permasalahan yang rawan menimbulkan polemik ke rapat terbatas untuk dibahas. Jokowi sangat ingin keteduhan, ketenteraman, ketenangan, kesatuan di antara institusi pemerintahan juga masyarakat tetap terjaga dengan baik.
 
(DHI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif