Presiden Joko Widodo. ANT/Akbar Nugroho.
Presiden Joko Widodo. ANT/Akbar Nugroho.

Sejumlah Menteri Lapor Perkembangan Pembangunan kepada Presiden

Nasional presiden jokowi
Damar Iradat • 17 Juni 2019 17:43
Jakarta: Presiden Joko Widodo menindaklanjuti permintaan pembangunan infrastrukur sejumlah kepala daerah yang sempat diundang ke Istana beberapa waktu lalu. Sejumlah menteri diminta melaporkan perkembangan permintaan tersebut.
 
"Beliau ingin memonitor apa saja yang dulu diusulkan oleh para gubernur, bupati, dan wali kota, sudah ditindaklanjuti oleh para menteri," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Juni 2019.
 
Jokowi juga meminta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, menghadap ke Istana. Jokowi meminta seluruh menteri memaparkan perkembangan permintaan para kepala daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi beberapa waktu lalu Pak Presiden kan undang pemda, gubernur dan bupati, wali kota di enam provinsi. Ini mau dilanjutkan lagi. Beliau memonitor proses yang diusulkan gubernur Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Papua," kata Basuki.
 
Jokowi sudah memaparkan permintaan-permintaan tersebut. Di antaranya, Gubernur Papua Lukas Enembe yang meminta pembangunan fasilitas olahraga untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.
 
Baca: Jokowi Lirik Aktivis 98 Buat Jadi Menteri
 
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta pembangunan infrastruktur penunjang investasi. Permintaan tersebut di antaranya pembangunan exit tol baru di Magetan dan Ngawi yang harus dipenuhi karena terdapat kawasan industri baru.
 
Selain itu, pembangunan Jalan Tol Demak-Semarang yang diarahkan untuk bisa mendukung pengembangan kawasan-kawasan industri. Serta pembangunan dari Kendal.
 
"Karena di sana sudah ada Kendal Industrial Park. Kami mendukung itu membuat akses dari Kendal ke pelabuhan langsung sehingga peti kemas bisa lebih lancar. Intinya Jateng dan Jabar jadi contoh untuk bisa kita kembangkan secara fokus di investasi untuk ekspor," tegasnya.
 
Basuki membantah jika dalam pembahasan tersebut hanya meliputi daerah-daerah yang menjadi lumbung suara Jokowi dalam Pilpres 2019 kemarin.
 
"Bukan, beliau mau meneruskan mengundang yang lain. Ini momen tadi dibikin sambil dibuat jadwal untuk memanggil gubernur dan wali kota yang lain," jelasnya.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif