Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

PPP Mengakui Minim Kader Muda

Nasional kabinet jokowi
Arga sumantri • 02 Juli 2019 16:38
Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kesulitan memenuhi keinginan Presiden Joko Widodo soal menteri dari kalangan usia muda. Pasalnya, PPP minim kader muda.
 
"Nanti kita cari. Kalau enggak ada, tidak harus dari dalam partai," kata Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Arsul mengatakan PPP adalah partai lama. Mayoritas kader yang dianggap pas menjadi menteri sudah tak berusia muda. Menurut dia, situasi serupa juga dirasakan partai old school lainnya, seperti Golkar dan PDI Perjuangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bisa juga kan PPP melihat itu dari sisi luar partai untuk mengisi portofolio (menteri) itu," ungkap dia.
 
Arsul mengatakan PPP tak masalah dengan wacana pos menteri dari kalangan muda. Terpenting, kata dia, kapasitasnya mumpuni memimpin lembaga tinggi seperti kementerian.
 
"Why not? anggota dewan kan ada juga. Persoalannya lebih tepat apakah ada orang-orang muda yang memang punya kemampuan mumpuni, punya leadership yang kelihatan," kata dia.
 
Baca:Presiden: Kabinet Butuh Anak Muda
 
Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo bertekad membentuk kabinet yang efektif serta responsif terhadap tantangan perubahan global yang sangat cepat. Salah satu bentuknya, kabinet akan lebih banyak mengakomodasi kaum muda ketimbang Kabinet Kerja jilid I saat ini.
 
"Kenapa kita penting mengakomodasi orang muda, usia 30-an, bahkan mungkin 25 tahunan, karena kaum muda umumnya lincah dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat," papar Jokowi dalam wawancara khusus dengan Medcom.id di Istana Bogor, Senin, 1 Juli 2019.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif