Survei: Indonesia Lebih Toleran Ketimbang Malaysia

Husen Miftahudin 15 September 2018 21:47 WIB
toleransi beragama
Survei: Indonesia Lebih Toleran Ketimbang Malaysia
Umat Katolik menuju parkiran Masjid Istiqlal seusai mengikuti Misa Anak di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat 25 Desember 2015. Ini bentuk toleransi yang dijalin antara panitia Gereja Katedral dan pengelola Istiqlal. Foto: MI/Atet Dwi P
Jakarta: Masyarakat muslim di Indonesia lebih toleran kepada nonmuslim ketimbang Malaysia. Lembaga Survei Indonesia (LSI) bersama Pusat Merdeka merilis sebanyak 46,2 persen masyarakat muslim Indonesia berpandangan positif tentang nonmuslim, meski bukan teman. 

Sementara itu, tingkat toleransi di Malaysia hanya 45,3 persen. Namun, menurut peneliti senior Institut Studi Malaysia dan Internasional (IKMAS) mFaisal S Haziz, tingkat toleransi yang ada di negara-negara Asia Tenggara cenderung moderat. Bahkan, bisa meningkatkan intoleransi antarumat beragama.

Psikolog sosial Ananthi Algr Ramiah yang juga terlibat dalam penelitian berpandangan, intoleransi tumbuh seiring perkembangan tren masyarakat global yang acap mengotak-kotakkan antarindividu. 


"Maka itu, sistem pendidikan yang terus mengjarkan rasa hormat terhadap orang lain sangat penting untuk memerangi intoleransi,"ujar Ananthi dalam siaran tertulis, Jakarta, Sabtu, 15 September 2018.

Peneliti senior LSI, Rizka Halid menambahkan masyarakat Indonesia bangga dengan keragaman. Sayangnya, mereka membatasi interaksi dengan orang-orang dengan latar belakang keyakinan yang berbeda.

"Seharusnya interaksi antarwarga harus ditingkatkan agar menumbuhkan tingkat pemahaman, khususnya mereka yang berlatar belakang agama berbeda," tutup Rizka.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id