KH Afifuddin: Nahdiyin Enggak Mesti Pengurus NU

09 Agustus 2018 09:20 WIB
pilpres 2019
KH Afifuddin: Nahdiyin Enggak Mesti Pengurus NU
Mantan Ketua MK Mahfud MD. Foto: MI/Rommy Pujianto
Jakarta: Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mencuat setelah dikabarkan dipilih Presiden Jokowi untuk mendampinginya di Pilpres 2019. Namun, sebagian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menujukkan kekecewaannya, dan menyebut Mahfud bukan bagian dari Nahdiyin.
 
Terakhir, Ketua PBNU KH Said Aqil Siraj juga menyebut Mahfud bukan kader NU karena tak pernah menjabat dan berkiprah dalam struktural NU.
 
Namun, Wakil Pengasuh Ponpes Salatiga Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur, Kiai Afifuddin Muhajir, kurang sreg dengan anggapan ini. Menurutnya, kader NU bukan semata-mata yang pernah ikut kaderisasi formal dan pernah menjabat di struktural NU.
 
Kader NU menurut Kiai Afif, adalah semua orang Islam yang pernah bersentuhan dengan pondok pesantren NU.
 
"Orang yang yang pernah mengeyam pendidikan atau nyantri dan pernah ngaji di pondok pesantren NU. Orang yang takdzim kepada NU itu ya kader NU," kata Kiai Afif.
 
Artinya, kata Kiai Afif, orang tidak harus atau tidak wajib melalui pendidikan kaderisasi yang dilakukan secara formal kelembagaan NU untuk menjadi seorang Nahdiyin.
 
"Kalau yang dimaksudkan kader NU itu orang yang pernah ikut kaderisasi formal dalam kelembagaan NU, maka saya bukan kader NU. Saya tidak masuk karena tidak pernah ikut (kelembagaan NU). Tetapi saya kan mulai kecil hidup di lingkungan Ponpes NU dan Nahdiyin," ujarnya.
 
Menurut dia, kesalahan besar jika ada anggapan bahwa kader NU harus pernah menjadi pengurus. “Sebab Nahdiyin ini jauh lebih banyak daripada pengurus NU," katanya.

Baca: Said Aqil: Mahfud MD bukan Kader NU

Lewat rekam jejak Mahfud, Kiai Afif yakin bahwa mantan hakim MK itu kader NU tulen. Apalagi setelah diangkat menjadi Menteri era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ke-NU-an Mahfud semakin tak diragukan.
 
"Mahfid ini sangat loyal terhadap Gus Dur. Banyak orang yang dibesarkan Gus Dur tetapi mengkhianatinya. Tidak banyak yang loyal, Pak Mahfud dan Khofifah, dua orang ini sedikit dari banyak orang yang dibesarkan Gus Dur yang loyal hingga akhir hayat. Saya kira ini perlu jadi ukuran," katanya.
 
Di luar itu, syarat utama menjadi pemimpin menurut Kiai Afif adalah tokoh yang memiliki kapabilitas dan integritas. "Harus yang memiliki kapabilitas dan integritas. Integritas ini akhlakul karimah. Lebih plus lagi kalau tokoh tersebut NU. Ini semua ada di Pak Mahfud," tandasnya.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id