Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: BPMI
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: BPMI

Duet Jokowi-Ma'ruf Amin Disebut Mengedepankan Transformasi Progresif

Nasional Jokowi dua tahun pemerintahan jokowi Dua Tahun Jokowi-Maruf
Theofilus Ifan Sucipto • 22 Oktober 2021 00:44
Jakarta: Dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin disebut mengedepankan konsep transformasi progresif. Sejumlah kinerja Jokowi-Ma’ruf dinilai menjadi bukti mentransformasikan Indonesia meski di tengah pandemi covid-19.
 
“Presiden Joko Widodo konsisten memimpin proses transformasi progresif dalam koridor konstitusi, regulasi, demokrasi, dan ilmu pengetahuan,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Oktober 2021.
 
Fadjroel mengatakan fondasi transformasi progresif dimulai dari perubahan cara kerja bangsa khususnya pemerintahan. Cara kerja itu mesti efektif, efisien, melayani, dan memberdayakan rakyat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perubahan cara kerja itu ditopang penyederhanaan regulasi seperti Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Kemudian meringkas birokrasi dan terintegrasi secara digital.
 
“Cara kerja baru yang ditopang penyederhanaan regulasi dan birokrasi adalah landasan penting implementasi kebijakan di semua bidang,” papar Fadjroel.
 
Selain itu, Fadjroel memerinci upaya Jokowi yang berusaha menyeimbangkan penanganan pandemi dan keberlanjutan pembangunan nasional. Lalu pengawalan keadilan, hukum, dan hak asasi manusia (HAM).
 
Kebijakan penanganan pandemi, kata Fadjroel, difokuskan pada penyelamatan kesehatan dan daya tahan sosial ekonomi secara simultan. Kepala Negara membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN).
 
“Kemudian membangun sistem rumah sakit rujukan pasien covid-19 nasional, sistem 3T (testing, tracing, dan treatment), menjamin ketersediaan obat, serta edukasi masih protokol kesehatan,” tutur dia.
 
Baca: Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Pemerintah Disebut Terus Kerja Keras
 
Penanganan sosial ekonomi juga digencarkan melalui kartu prakerja hingga keringanan pajak. Jokowi juga fokus melindungi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri hingga memfasilitasi kepulangan mereka ke Tanah Air.
 
Kebijakan berikutnya, membangun narasi Indonesiasentris seperti melanjutkan pembangunan infrastruktur. Termasuk, pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing.
 
Fadjroel menyebut kebijakan lainnya dari sisi keadilan, hukum, dan HAM. Presiden melanjutkan program sertifikat tanah gratis untuk rakyat tidak mampu dengan total capaian 32,9 juta sertifikat per Mei 2021.
 
“Penanganan mafia pertanahan, penyelesaian konflik agraria, upaya penanganan pelanggaran HAM berat masa lalu yang dalam proses, juga pembaharuan KUHP,” ucap dia.
 
Bentuk keadilan lainnya ialah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Jokowi dinilai ingin memberi kesempatan dan akses olahraga berkualitas di Bumi Cenderawasih.
 
Sementara itu, bukti transformasi progresif bakal ditandai dengan pemindahan ibu kota negara ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Lokasi dan konsep tata kota sudah berjalan sejauh ini.
 
“Pencapaian selama dua tahun ini adalah buah dari gerak kolaboratif Presiden Joko Widodo dan seluruh rakyat dan akan terus bergerak bersama mencapai Indonesia Maju,” tutur Fadjroel.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif