Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Dok KLHK.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Dok KLHK.

G20 Momentum Sukseskan Upaya Penyelamatan Lingkungan Indonesia

Putri Rosmala • 20 Maret 2022 00:13
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyambut serius Presidensi G20 yang berlangsung di Indonesia. Ini merupakan momen penting bagi Indonesia, khususnya KLHK, karena lingkungan merupakan salah satu isu utama yang diangkat pada momen tersebut.
 
Siti mengatakan transisi energi yang berkelanjutan menjadi satu dari tiga isu utama di G20. Di dalamnya juga terkait upaya recovery economy melalui transisi energi.
 
" Di dalamnya tentu akan terkait hal lain juga seperti perubahan iklim. Karena itu untuk working group yang terkait lingkungan itu akan ada tiga hal yang jadi prioritasnya untuk kami bahas," ujar Siti, di gedung Metro TV, Jakarta, Sabtu, 19 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama ialah pemulihan secara berkelanjutan. Kedua, langkah-langkah perlindungan lingkungan baik di ekosistem darat atau laut untuk menekan perubahan iklim. Ketiga, mobilisasi sumber daya untuk perubahan lingkungan dan perubahan iklim.
 
"Jadi itu yang kami bawa di antaranya dan dibahas di working group terkait lingkungan," ujar Siti.
 
Selain itu, KLHK menyoroti tentang upaya penyelamatan lingkungan dengan memanfaatkan teknologi digital. Hal itu dinilai penting karena kemajuan teknologi digital tak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan untuk berbagai hal positif.
 
"Misalnya implementasi rencana operasional FOLU Net Sink 2030 berjalan dan terlaksana dengan baik. Dengan contoh konkret 'kembalikan hutan tropika basah Indonesia' yang akan kita contohkan di Kalimantan. Kolaborasi teknologi seperti telah saya sampaikan menjadi sangat penting, dengan kondisi-kondisi berikut ini," ujar Siti.
 
Baca: Pemerintah Pastikan Pengawasan Minyak Goreng Curah Dimaksimalkan
 
Siti mengatakan era baru digitalisasi akan senantiasa berubah mengikuti perkembangan teknologi. Pengelolaan lingkungan hidup juga harus membuka dan beradaptasi terhadap perubahan era tersebut.
 
Saat ini, kata dia, terdapat tren baru yakni immersive technology. Ia melihat terdapat beberapa penerapan teknologi ini pada bidang-bidang tertentu seperti media sosial sampai industri pertambangan.
 
"Saya mendorong teknologi seperti ini untuk dapat juga berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Seperti misalnya simulasi edukasi lingkungan, pembuatan game dalam merawat pohon, merawat hewan, dan lain-lain," ujar Siti.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif