KLB Partai Demokrat yang digelar di The Hill Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara pada Jumat, secara resmi dibuka. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
KLB Partai Demokrat yang digelar di The Hill Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara pada Jumat, secara resmi dibuka. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Mayoritas Peserta KLB Demokrat Disebut Tidak Memiliki Hak Suara

Nasional partai politik politik partai demokrat kongres partai demokrat isu politik
Kautsar Widya Prabowo • 09 Maret 2021 10:52
Jakarta: Pemilihan ketua umum (ketum) dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara, disebut tidak memenuhi persyaratan. Mayoritas peserta KLB tidak memiliki hak suara untuk memilih ketum.
 
"Setelah saya tanya-tanya di lokasi kongres, itu yang punya hak suara hanya sekira 32 DPC dari 412 peserta," ujar salah satu peserta KLB, Gerald Piter Runtuthomas, dalam video pengakuannya yang ditayangkan di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin, 8 Maret 2021.
 
Sedangkan syarat pemilihan ketum dalam KLB harus memenuhi 2/3 dari suara sah ketua DPD dan 1/2 ketua DPC. Wakil Ketua DPC Kotamobagu itu menjadi salah satu peserta yang tidak memiliki hak suara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya ini suara hantu saya tidak ada kapasitas untuk memilih kalau hadir ya saya bisa, unsur saya wakil ketua tapi kalau memberikan hak suara tidak bisa inilah yang terjadi dalam kongres," kata dia.
 
Baca: Kejanggalan KLB Pilih Moeldoko Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat
 
Gerald mengatakan selama KLB berlangsung, tidak ada pembahasan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Oleh sebab itu, dia meminta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tidak mengeluarkan keabshan hasil KLB Deli Serdang.
 
"Demi Allah saya siap bersaksi sampai pengadilan bahwa KLB tersebut adalah ilegal dan tidak memenuhi syarat," kata dia.
 
Gerald mengaku sempat dijanjikan mendapat Rp100 juta apabila mengikuti KLB hingga usai. Hal itu menjadi alasan Gerald membangkang dari kepemimpinan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
 
"Saya mohon maaf dengan keterlibatan saya mengikuti KLB karena iming-iming uang besar saya ikut, yang pada akhirnya saya hanya mendapatkan uang Rp5 juta," kata dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif