PDIP Paling Diuntungkan di Koalisi Pemerintahan
Bendera PDI Perjuangan dalam sebuah kampanye, Ant - Dedhez Anggara
Jakarta: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) disebut partai yang paling diuntungkan dari partai politik lain yang mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019. Apalagi, Jokowi sudah bersama PDIP sejak memutuskan terjun ke dunia politik. 

"Partai pendukung Pak Jokowi sepertinya dimonopoli PDIP. Datanya memang mengatakan demikian jadi potensi Pak Jokowi," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 3 Mei 2018.

Burhanudin mengaku yakin jika PDIP mendapat keuntungan lebih banyak dari partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan. Bahkan, PDIP akan tetap diuntungkan sekalipun dia yakin kalau kinerja partai besutan Megawati Soekarnoputri itu tidak lebih baik dari partai-partai pendukung Jokowi yang lain.


"Meskipun Jokowi didukung Golkar, Nasdem dan didukung banyak partai itu suka tidak suka publik lebih banyak memberi kreditnya kepada PDIP meskipun saya merasa PDIP tidak melakukan banyak hal," ucap Burhanudin.

Burhanudin justru mempertanyakan kurangnya dampak positif terhadap partai lain, misalnya Partai NasDem yang kuat mendukung Jokowi. "Tapi mengapa dukungan elektoral didominasi oleh PDIP," kata Burhanuddin.

Menurut dia, hasil survei menyebutkan hal itu terjadi karena tidak banyak masyarakat yang mengetahui Partai NasDem mendeklarasikan diri mendukung Jokowi.

"Yang tau hanya 30,8 persen jadi baru 3 dari 10. Ini baru problem karena masyarakat yang pro Jokowi terutama kita tahu NasDem kemana," tutur Burhanuddin. 

Survey ini dilakukan periode Februari 2018 dengan 2020 responden. Survey dilakukan dengan metode tatap mika dengan margin error sebesar 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.




(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id